Manajer aset utama, termasuk BlackRock dan JPMorgan, sedang memperhatikan pengajuan ETF XRP, yang, jika disetujui, dapat memicu rally besar-besaran untuk altcoin tersebut.
Stablecoin yang dipatok pada dolar AS oleh Ripple, RLUSD, diluncurkan kemarin setelah persetujuan dari NYDFS. Selain itu, resolusi yang menguntungkan untuk gugatan SEC Ripple bisa menghilangkan ketidakpastian regulasi.
Harga XRP, yang saat ini rebound setelah koreksi pasar yang lebih luas, telah berada di bawah pengamatan yang kuat, mengingat tren mingguan menunjukkan penurunan sebesar 11%. Namun, berkat lonjakan 302% dalam 30 hari terakhir, XRP Ripple masih tetap kuat. Dikutip pada $2,34 saat berita ditulis, para penggemar XRP menahan napas untuk beberapa perkembangan yang akan terjadi dalam beberapa hari ke depan dan mendorong nilai token ke atas.
Minat Meningkat Terhadap ETF XRP Spot
Prospek ETF XRP spot sangat dinantikan. Manajer aset besar, seperti BlackRock dan JPMorgan, dikatakan sedang melihat pengajuan untuk ETF XRP. Perusahaan seperti WisdomTree, 21Shares, dan Bitwise telah mengajukan aplikasi dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS.
Perusahaan investasi Canary Capital juga mengajukan aplikasi untuk memulai ETF XRP pada bulan Oktober, yang menarik minat pihak lain. Persetujuan untuk ETF XRP akan memberikan individu paparan yang diatur terhadap aset tersebut, yang kemungkinan akan meningkatkan adopsi secara mainstream.
Para analis berpikir bahwa masuknya modal yang dilihat Bitcoin setelah persetujuan ETF spot BTC akan menjadi apa yang akan dialami XRP jika ETF disetujui. Karena BTC baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru sebesar $103.000, harga XRP juga bisa melihat lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan demikian, analis seperti Armando Pantoja memperkirakan token Ripple akan melonjak menjadi $30, menunjukkan peningkatan sebesar 1.182% dari level saat ini, lapor CNF.
Peluncuran Stablecoin RLUSD Ripple
Ripple telah mengumumkan peluncuran RLUSD, stablecoin yang dipatok pada dolar AS, setelah mendapatkan izin yang sangat dinanti-nantikan dari Departemen Layanan Keuangan New York (NYDFS) kemarin, pada hari Selasa, 10 Desember. Tak lama setelah itu, harga XRP melesat lebih dari 20% setelah Ripple mengumumkan persetujuan dari NYDFS untuk stablecoin RLUSD-nya.
CEO Ripple Brad Garlinghouse mengonfirmasi tonggak sejarah tersebut di X, menyatakan, “Kami telah mendapatkan persetujuan akhir dari NYDFS untuk $RLUSD! Daftar pertukaran dan mitra akan segera tersedia.” RLUSD diharapkan dapat meningkatkan ekosistem Ripple, dan perusahaan berjanji akan memberikan pembaruan lebih lanjut setelah peluncuran stablecoin tersebut.
Analis pasar memperkirakan peluncuran RLUSD akan memicu minat institusi yang lebih besar. Peran RLUSD dalam transaksi lintas batas bisa menyoroti penggunaan XRP sebagai aset jembatan dalam jaringan pembayaran Ripple.
Apakah Gugatan SEC Ripple Akan Segera Berakhir?
Kasus hukum Ripple dengan SEC akan menjadi faktor signifikan dalam mempengaruhi kinerja pasar XRP. Pengamat pasar percaya bahwa resolusi yang efektif lebih mungkin terjadi setelah pergeseran politik, karena Presiden terpilih Donald Trump akan mengambil alih pada bulan Januari.
Penyelesaian atau putusan pengadilan yang menguntungkan dapat menghilangkan ketidakpastian regulasi yang sedang berlangsung seputar XRP dan semakin memperkuat posisinya sebagai bukan sekuritas. Analis menyarankan bahwa ini bisa menjadi katalis yang signifikan bagi peserta pasar dan investor institusi yang telah ragu-ragu karena ketidakjelasan hukum. Ini berpotensi mendorong harga XRP lebih tinggi, mencapai $3 dalam jangka pendek.
