Desember 2013, itu adalah musim dingin yang biasa, Billy Markus dan Jackson Palmer—menciptakan cryptocurrency 'menarik' dengan ikon anjing 'Shiba Inu'—Doge.
Awalnya, hampir tidak ada yang memperhatikannya dengan serius, nilai Doge hampir nol.
Namun, seiring berjalannya waktu, Doge perlahan mulai mengumpulkan sekelompok penggemar setia. Penggemar ini tidak lagi menganggapnya sebagai lelucon, tetapi mulai menggunakan Doge untuk transaksi kecil dan penggalangan dana amal, bahkan mendukung kegiatan balap. Komunitas Doge perlahan-lahan berkembang, sehingga harga doge mulai naik perlahan, meskipun masih dianggap sebagai 'koin lelucon', tetapi telah mendapatkan dukungan banyak orang.
Lonjakan harga pertama: 2017
Harga Doge pertama kali benar-benar menarik perhatian luas pada tahun 2017. Saat itu, harga Bitcoin dan Ethereum juga meroket, dan seluruh pasar cryptocurrency memasuki pasar bullish yang gila. Doge juga mengikuti pada waktu itu, dan harganya mulai naik dengan cepat. Meskipun titik awalnya sangat rendah, tetapi kenaikannya mengejutkan. Banyak orang mulai memperhatikan semangat komunitas Doge dan suasana 'tanpa tekanan', harga sempat menembus 0,01 dolar.
Tetapi seperti semua cryptocurrency, gelembung pasti akan pecah. Harga Doge juga mengalami penurunan besar pada awal 2018, kembali dari titik tertinggi ke kurang dari 0,001 dolar. Penurunan ini membuat banyak investor mulai menyerah, menganggapnya hanya sebagai kilas balik yang singkat.
Kenaikan harga kedua yang gila: 2020-2021
Yang benar-benar membuat Doge 'bangkit kembali' adalah Elon Musk (benar, orang yang mendukung Trump dalam pemilihan presiden AS 2024—bos Tesla—Ma Baoguo [kepala anjing]). Pada akhir 2020, Musk mulai sering menyebut Doge di Twitter, bahkan mengeluarkan beberapa tweet lucu, menyebut Doge sebagai 'mata uang kripto rakyat'. Kata-kata ini memicu perhatian global, tweet Musk dan roket besarnya sama-sama mendorong harga Doge ke ketinggian baru.
Pada tahun 2021, Dogecoin mengalami lonjakan kedua. Di awal Januari, harganya kurang dari 0,01 dolar, pada pertengahan Mei, harganya sempat melonjak hingga 0,7 dolar, mencetak rekor tertinggi, dengan kenaikan lebih dari 7000%. Seluruh investor pasar cryptocurrency mulai membeli Doge dengan gila-gilaan, menganggapnya sebagai Bitcoin berikutnya. Setiap tweet Musk bisa memicu volatilitas pasar yang hebat, kadang-kadang, sebuah tweet Musk 'To The Moon' (ke bulan) bisa membuat harga Doge melambung, dan tiba-tiba sebuah tweet 'sindiran' bisa membuat harga jatuh.
Namun, seiring pasar mulai tenang, harga Doge mulai mengalami penyesuaian. Pada paruh kedua tahun 2021, harga terus berfluktuasi, meskipun jauh dari titik terendah 2018, tetapi masih menghadapi volatilitas yang cukup besar. Pada tahun 2022, harga Doge kembali ke sekitar 0,2 dolar, tetapi tetap mempertahankan perhatian pasar yang tinggi.
Kenaikan harga ketiga yang gila: Pemilihan presiden AS 2024
Tahun ini, sorotan global—pemilihan presiden AS, Trump secara terbuka mendukung pasar kripto + Musk sepenuhnya mendukung 'Trump' dan berencana membentuk departemen reformasi baru 'Departemen Efisiensi Pemerintah' (Department of Government Efficiency), disingkat (D.O.G.E.). Tujuan departemen ini adalah mengurangi pengeluaran dan menyederhanakan 'birokrasi federal yang besar dan menyedot nafsu'. Singkatan lembaga ini 'DOGE' langsung menarik perhatian dunia, membeli doge sama dengan membeli pemilihan Trump, yaitu gagasan Musk yang berfungsi dari naga menyebar di kalangan masyarakat, basis fundamental doge sangat besar, tetap tak terhindarkan dari aliran uang panas, meloncat dari 0,078 dolar hingga kini 0,44 dolar, dari sebuah lelucon, menjadi cryptocurrency bernilai miliaran dolar di pasar global.
Inilah cerita legendaris Doge, Doge selalu berada di pinggiran, dan masih terus menulis legenda-nya sendiri.