Banyak orang yang disesatkan oleh klaim seperti ‘Bitcoin mengonsumsi lebih banyak energi dibandingkan sebuah negara kecil,’ atau ‘Emisi karbon Bitcoin membuat satu transaksi Visa menjadi jauh lebih kecil dibandingkan satu juta kali lipat.’ Pernyataan semacam ini sering kali menyulut api perdebatan ini. Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa menambang satu BTC lebih murah dibandingkan aktivitas rumah tangga.
Sesuai data dari Coingecko, rata-rata biaya listrik rumah tangga yang dibutuhkan untuk menambang satu Bitcoin mencapai $46,291. Ini menandai kenaikan sebesar 35% jika dibandingkan dengan harga harian rata-rata 1 BTC pada Juli 2023, yaitu sebesar $30,090. Namun demikian, penting untuk diketahui bahwa angka-angka ini dapat sangat bervariasi di berbagai wilayah geografis.
Jumlah unit energi yang digunakan selama proses penambangan satu BTC dalam satu jam mungkin tidak sebanyak yang diharapkan. Hal ini terutama berlaku jika disandingkan dengan peralatan rumah tangga pada umumnya. Meskipun konsumsi listrik per jam untuk menambang satu Bitcoin melebihi konsumsi listrik pada PC Gaming, AC, peniup daun, dan bahkan ketel listrik, perlu diperhatikan bahwa mengeringkan pakaian menghabiskan lebih banyak listrik secara signifikan dibandingkan menambang BTC. Mengeringkan pakaian menghabiskan total 5 kWh, sedangkan penambangan BTC menggunakan 4,6 kWh.

Apakah menambang Bitcoin di rumah merupakan pilihan yang bagus?
Menambang Bitcoin menggunakan komputer pribadi telah kehilangan keuntungannya karena berbagai faktor. Faktor utamanya adalah peningkatan substansial dalam tingkat kesulitan penambangan selama bertahun-tahun. Seiring dengan berkembangnya komunitas penambangan dan semakin banyaknya peserta, tingkat kesulitan pun meningkat, sehingga semakin menantang bagi individu untuk menambang Bitcoin dan menerima hadiah.

Selain itu, pemanfaatan perangkat keras penambangan khusus merupakan tantangan terhadap profitabilitas dalam penambangan Bitcoin. ASIC dibuat untuk penambangan Bitcoin. Ini menawarkan kekuatan pemrosesan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan komputer rumahan standar. Mereka memiliki kemampuan untuk menambang BTC dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan PC rumah tangga pada umumnya. Akibatnya, hal ini menciptakan hambatan besar bagi masing-masing penambang untuk tetap kompetitif.
Selain itu, sebagian besar ASIC diperoleh dalam jumlah besar oleh operasi penambangan Bitcoin yang besar, sehingga menyebabkan kendala pasokan dan peningkatan biaya bagi penambang individu.

