Ketua Federal Reserve Jerome Powell baru-baru ini menyatakan bahwa Bitcoin adalah pesaing emas, bukan pesaing langsung dolar AS. Berbicara di The New York Times DealBook Summit pada 4 Desember 2024, Powell menggambarkan Bitcoin sebagai "aset spekulatif" yang mirip dengan emas, menekankan sifat digitalnya tetapi juga menyoroti volatilitasnya yang tinggi. Dia mencatat, "Orang-orang tidak menggunakannya sebagai alat pembayaran, atau sebagai penyimpan nilai. Ini sangat volatil. Ini bukan pesaing dolar, ini benar-benar pesaing emas."

Pernyataan Powell muncul pada saat kapitalisasi pasar Bitcoin telah melampaui perak, menjadikannya aset paling berharga kedelapan secara global, meskipun masih jauh tertinggal di belakang emas dalam nilai pasar. Komentarnya juga bertepatan dengan diskusi tentang potensi perubahan kebijakan di bawah pemerintahan baru Donald Trump, yang sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk Bitcoin, menyarankan pembentukan cadangan Bitcoin nasional.

Pernyataan ini dari Powell mencerminkan pengakuan yang semakin berkembang mengenai peran Bitcoin dalam lanskap keuangan, sejalan dengan sentimen yang ditemukan dalam berbagai posting di X di mana pengguna menggema bahwa Bitcoin semakin dilihat sebagai "emas digital." Namun, posisi Powell juga menekankan skeptisisme mengenai kegunaan Bitcoin sebagai mata uang karena volatilitas dan sifat spekulatifnya.

Sumber-sumber di web dan posting di X mengonfirmasi narasi ini, dengan Powell menjelaskan bahwa Federal Reserve tidak melihat dirinya sebagai regulator cryptocurrency, melainkan fokus pada bagaimana aset digital ini berinteraksi dengan sistem perbankan tradisional. Komentarnya menandakan penerimaan yang hati-hati terhadap tempat Bitcoin dalam ekosistem keuangan, meskipun bukan sebagai ancaman langsung terhadap dominasi dolar.