Diterjemahkan dari: https://tradingriot.com/auction-market-theory/

Apa teori lelang pasar?

Teori lelang pasar menjelaskan tujuan utama pasar dan cara pelaku pasar berinteraksi untuk mencapai tujuan tersebut.

Ide utamanya adalah bahwa pasar keuangan tidak berbeda dengan tempat lelang lainnya tempat pembeli dan penjual berkumpul dan berinteraksi setiap hari.

Ada dua tujuan utama yang ingin dicapai di sini:

1) Memudahkan transaksi dalam proses lelang dua arah

2) Mencari nilai wajar aset

Lelang dua arah berarti lelang “naik” berakhir segera setelah lelang “turun” dimulai, dan sebaliknya. Hal ini kemudian diwakili oleh alat seperti grafik harga pasar atau volume.

Kurva lonceng ini (Gambar 1) mewakili nilai wajar pasar dalam 68% dari satu standar deviasi.

Contoh penerapan praktis teori lelang pasar di pasar keuangan

Sebagai contoh di pasar saham, asumsikan saham Samsung dihargai $50 per saham. Samsung meluncurkan ponsel baru, tetapi kualitasnya buruk, baterainya tidak berfungsi dengan baik, terlalu panas dan meledak, dll. Akibat kejadian ini, harga saham Samsung mulai turun hingga menemukan pembeli baru di harga $30.

Di sinilah terbentuknya wilayah nilai baru.

Setelah beberapa saat, ponsel tersebut secara ajaib ditambal dan diperbaiki, dan harga saham mulai naik lagi. Di manakah pasar yang mungkin berhenti meningkat? Sebelumnya area bernilai sekitar $50.

Inilah yang pada akhirnya dilakukan oleh setiap pasar: pelaku pasar menegosiasikan harga antara nilai yang seimbang dan tidak seimbang.

Teori lelang pasar mendefinisikan area di mana 68% volume transaksi berada sebagai area nilai.

Terdapat juga titik kendali (POC) dalam area nilai, yang merupakan tingkat harga di mana pasar memiliki volume terbesar atau bertahan paling lama.

1) Grafik pasar mewakili area nilai dan titik kontrol berdasarkan waktu.

2) Grafik harga volume mewakili area nilai dan titik kontrol berdasarkan volume perdagangan.

Gambar 2 dapat mewakili mekanisme dan harga siaran pencarian nilai ini.

Komponen kunci teori lelang pasar

1) Harga - menyiarkan peluang di pasar

2) Waktu - Tentukan Peluang Harga

3) Volume - mengukur keberhasilan atau kegagalan lelang. Volume mengukur interaksi pelaku pasar pada tingkat harga yang berbeda.

keseimbangan dan ketidakseimbangan

Dalam pasar seimbang, pembeli dan penjual menyepakati harga dan bersedia membeli/menjual pada harga saat ini. Karena mereka yakin harga tersebut mewakili nilai wajar.

Pasar yang seimbang umumnya menunjukkan volatilitas yang rendah.

Demikian pula, ketidakseimbangan adalah kebalikan dari konsep keseimbangan. Ketidakseimbangan adalah ketidaksepakatan mengenai nilai wajar. Pelaku pasar berperilaku lebih agresif di satu sisi, sehingga mengarah pada tren pasar, dimana harga bergerak dalam periode naik/turun secara unilateral.

Secara umum, pasar berada dalam keadaan tren unilateral hanya 20% sepanjang waktu, dan osilasi terikat kisaran 80% sepanjang waktu.

Lima Aturan Teori Pasar Lelang

Lihat Gambar 4

1) Jika harga diterima pada kisaran keseimbangan, kemungkinan besar akan berbalik ke sisi lain. Harga biasanya menguji ulang tepi area ekuilibrium sebelum bergerak ke arah sebaliknya. (Ini sering disebut sebagai langkah mundur untuk mengonfirmasi)

2) Harga-harga yang berada dalam rentang ekuilibrium diperkirakan akan ditolak dan menjadi lebih fluktuatif.

3) Ketika suatu harga diterima di luar kisaran keseimbangan, kemungkinan besar harga tersebut akan menjadi tidak seimbang dan mencari nilai baru – biasanya titik kendali (POC) dari kisaran keseimbangan sebelumnya.

4) Jika harga mempunyai reaksi kuat yang jelas di POC, Aturan 1 tidak valid.

5) Jika waktu/volume terbentuk di tepi area ekuilibrium, kemungkinan ini merupakan tanda bahwa harga akan terdorong lebih jauh.

Meringkaskan

Teori lelang pasar menentukan keseimbangan dan ketidakseimbangan pasar dengan menganalisis distribusi volume transaksi pada tingkat harga yang berbeda. Hal ini dapat memberikan ide-ide baru untuk memahami dinamika pasar dan perilaku pasar di luar perilaku harga sederhana.

Teori lelang pasar menekankan bagaimana penawaran dan permintaan pasar serta interaksi pelaku pasar mendorong harga membentuk kisaran harga dan tren unilateral. Ini memberikan perspektif yang sangat berharga untuk menganalisis perilaku pasar.

Ketika digunakan bersama dengan alat analisis lainnya, teori lelang pasar dapat membantu investor merencanakan titik masuk dan keluar dengan lebih baik.