Berkaca pada iklim BNB saat ini, jelas bahwa token tersebut sedang menjalani fase bearish, dengan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pandangan negatifnya.
Penurunan tajam dalam pendapatan biaya transaksi—sebesar 40%—menandakan penurunan aktivitas jaringan yang mengkhawatirkan. Hal ini dapat mencerminkan tren yang lebih luas dari pengguna yang beralih dari Binance Smart Chain, mungkin karena meningkatnya persaingan dari platform DeFi lain atau kontraksi pasar secara umum.
Pembakaran token secara historis telah digunakan untuk menstimulasi harga token, namun penurunan pasokan BNB yang beredar sebesar 1,3% baru-baru ini tidak berkorelasi dengan kenaikan nilai. Sebaliknya, harga BNB terus mengalami kesulitan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kemanjuran jangka panjang dari strategi deflasi ini selama penurunan pasar.
Sentimen media sosial seputar BNB memburuk, dengan berkurangnya diskusi dan lebih banyak komentar negatif. Dalam dunia mata uang kripto, di mana dukungan dan sentimen komunitas dapat sangat memengaruhi kesuksesan sebuah token, penurunan opini publik ini bukanlah sebuah tanda yang bisa dianggap enteng.
Data pasar berjangka lebih lanjut mencerminkan sentimen bearish, dengan tingkat pendanaan negatif menunjukkan bahwa para pedagang memperkirakan penurunan lebih lanjut. Hal ini diperburuk dengan penurunan open interest, yang menunjukkan kemunduran investor jangka panjang.
Faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang menantang bagi BNB. Di tengah situasi ini, tampaknya investor ritel dan institusi berhati-hati terhadap BNB, yang mencerminkan ketidakpastian yang lebih luas di pasar kripto.
Informasi yang diberikan di sini adalah gambaran singkat dari sentimen pasar saat ini dan aktivitas seputar BNB dan dimaksudkan untuk tujuan informasi saja. Penting bagi investor untuk mempertimbangkan semua sudut pandang dan mencari beragam sumber informasi saat mengevaluasi investasi kripto mereka.

