Apa itu Pivot Point?

Pivot point mengacu pada indikator analisis teknis yang digunakan untuk mengidentifikasi tren pasar secara keseluruhan dalam berbagai rentang waktu. Ini hanyalah rata-rata harga tertinggi dan terendah pada hari perdagangan tertentu dan harga penutupan hari perdagangan sebelumnya. Pada hari berikutnya, diyakini bahwa perdagangan di atas titik pivot menunjukkan berlanjutnya sentimen bullish, sedangkan perdagangan di bawah titik pivot menunjukkan berlanjutnya sentimen bearish. Pivot point awalnya diciptakan oleh pedagang lantai dasar (floor trader) yang beroperasi di pasar ekuitas dan komoditas yang bergejolak. Mereka akan menentukan pivot untuk hari perdagangan saat ini di awal setiap hari perdagangan menggunakan harga tertinggi, terendah, dan penutupan dari hari sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah menentukan dua level support dan dua level resistance untuk hari itu dengan menggunakan pivot point. Jarak antara titik pivot dan kisaran harga tertinggi dan terendah pada hari sebelumnya. Namun, ini digunakan untuk menghitung level support dan resistance. https://www.youtube.com/watch?v=8mtVfkj1rQk Baca Juga: Apa Itu Tarikan Karpet Kripto? Arti Dan Cara Menghindari Tarikan Permadani Cara menghitung Pivot Point Sistem lima poin adalah metode utama yang digunakan oleh sebagian besar trader untuk menentukan pivot point. Sistem ini memanfaatkan level support dan resistance serta harga tertinggi, terendah, dan penutupan dari hari sebelumnya. Persamaan berikut digunakan dalam sistem lima poin:

  • Titik pivot (P) = (Tertinggi Sebelumnya + Terendah Sebelumnya + Penutupan Sebelumnya)/3

  • S1= (P x 2) – Tertinggi sebelumnya

  • S2 = P – (Tertinggi Sebelumnya – Rendah Sebelumnya)

  • R1 = (P x 2) – Rendah Sebelumnya

  • R2 = P + (Tertinggi Sebelumnya – Rendah Sebelumnya)

Di mana:

  • S1= Dukungan 1

  • S2 = Dukungan 2

  • R1 = Resistensi 1

  • R2 = Resistensi 2

Perhatikan bahwa:

  • Tinggi mewakili harga tertinggi dari hari perdagangan sebelumnya,

  • Rendah mewakili harga terendah dari hari perdagangan terakhir.

  • Close mewakili harga penutupan dari hari terakhir perdagangan.

Kegunaan Pivot Point

  1. Identifikasi tren pasar

Bergantung pada bagaimana pergerakan harga bergerak, pedagang dapat menggunakan ini untuk mengidentifikasi tren pasar. Pasar bersifat bearish ketika pergerakan harga tetap pada atau menyimpang dari level pivot. Namun, pasar sedang bullish ketika pergerakan harga tetap berada di atas pivot atau melintasi di atasnya.

  1. Masuk dan keluar pasar

Sistem ini adalah alat lain yang dapat digunakan trader untuk menentukan kapan harus masuk dan keluar pasar. Seorang trader dapat, misalnya, menempatkan order stop-loss di dekat level support atau resistance mana pun yang teridentifikasi. Batasan Pivot Point Ini didasarkan pada perhitungan langsung, dan walaupun mungkin berguna bagi beberapa trader, namun yang lain mungkin tidak. Level yang digambarkan pada grafik tidak menjamin harga akan berhenti, berbalik, atau bahkan sampai di sana. Dalam kasus lain, harga suatu level akan naik dan turun secara bergantian. Ini hanya boleh digunakan sebagai bagian dari rencana perdagangan yang komprehensif, seperti halnya semua indikator. Baca Juga: 5 Launchpad IGO Teratas Untuk Penawaran Game Perdana