Warga Kenya akan segera dapat mengautentikasi identitas mereka melalui pemindaian iris mata dan sidik jari ketika melakukan transaksi dengan sistem ID digital baru. Presiden William Ruto mengumumkan pada hari Senin bahwa pemerintah saat ini sedang menguji coba sistem identifikasi digital ini, dan berencana untuk menyediakannya kepada masyarakat umum pada bulan Desember.
“ID digital, yang telah menjadi masalah besar bagi kami sejak lama, kini sedang dalam tahap uji coba selama dua bulan ke depan. Saya telah diyakinkan oleh seluruh pemangku kepentingan dan kementerian terkait bahwa pada bulan Desember 2023, kami akan dapat mampu meluncurkan ID digital," kata Ruto saat peluncuran pabrik Perakitan Perangkat Afrika Timur di Kenya di Sungai Athi, Kabupaten Machakos.
Langkah ini dilakukan menyusul rekomendasi komite parlemen baru-baru ini untuk mengusir proyek identitas mata uang kripto WorldCoin dari Kenya, dengan alasan bahwa proyek tersebut merupakan tindakan spionase dan ancaman terhadap kenegaraan. WorldCoin menghadapi reaksi keras karena mendaftarkan warga negara Kenya dengan memindai iris mata mereka untuk mengumpulkan informasi identitas.
Aktivitas WorldCoin menimbulkan kontroversi di Kenya, dengan lembaga pemerintah dan warga sipil menyatakan bahwa perusahaan tidak berhak memperoleh data warga Kenya. Kekhawatiran juga muncul mengenai keamanan data yang dikumpulkan. Masih harus dilihat langkah-langkah perlindungan data apa yang telah diterapkan oleh pemerintah Kenya untuk skema identitas digital sukarela yang akan datang.
Sistem ID digital ini diperkenalkan bersamaan dengan Maisha Namba, pengganti program Huduma Namba sebelumnya yang berbasis blockchain. Huduma Namba ditangguhkan pada tahun 2021 karena kekhawatiran terhadap jaminan perlindungan data. Maisha Namba akan berfungsi sebagai nomor identifikasi pribadi unik yang diberikan kepada warga negara Kenya pada saat pendaftaran, biasanya saat lahir, dan akan berfungsi sebagai referensi identitas pribadi seumur hidup mereka sejak lahir hingga meninggal.
Selain itu, Maisha Namba akan berfungsi sebagai Personal Identification Number (PIN) untuk mengakses berbagai layanan pemerintah, antara lain Kenya Revenue Authority (KRA), National Social Security Fund (NSSF), National Hospital Insurance Fund (NHIF), dan National Education Management Information System. (NEMIS) sepanjang hidup warga negara.
ID digital akan menjadi representasi digital dari individu, organisasi, atau perangkat, yang mencakup atribut pribadi, kredensial, dan informasi otentikasi. Kartu Maisha pada dasarnya akan menjadi ID generasi ketiga, menggantikan ID generasi kedua saat ini. Ini akan mencakup fitur keamanan yang ditingkatkan, seperti chip elektronik mikroprosesor dengan data terenkripsi, sehingga pemalsuan dan manipulasi hampir mustahil dilakukan.