Lima hari yang lalu, seorang pedagang wanita Korea dengan nama samaran Jadoodoo memposting video di platform TikTok yang menunjukkan pengalamannya dalam perdagangan Bitcoin (BTC). Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan kini menjadi topik hangat di kalangan komunitas cryptocurrency Thailand.
Dalam video tersebut, Jadoodoo menunjukkan bagaimana dia membuka posisi short tanpa menetapkan stop loss, namun harga Bitcoin segera naik tajam, menyebabkan dia menderita kerugian besar sebesar US$11,255 (sekitar 400,000 baht), dan pada akhirnya Menyebabkan portofolionya runtuh.
Dalam keterangan videonya, Jadoodoo menulis: "Bitcoin memungkinkan Anda kehilangan semua uang Anda dalam 5 menit."

Biasanya, Jadoodoo adalah pedagang Bitcoin yang fokus mengejar keuntungan jangka pendek, dan dia juga menggunakan strategi perdagangan leverage tinggi. Dia biasa berdagang ketika pasar sedang datar atau kurang bergejolak. Namun, kali ini ia rupanya mengabaikan banyak aspek sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar.
Saat ini, video Jadoodoo dibanjiri komentar dari netizen, baik orang Korea atau bukan, yang bertanya: "Mengapa tidak memasang stop loss?" Komentar dari orang asing dan Thailand semuanya berisi saran serupa, membahas langkah apa yang harus dia ambil untuk menghindari kerugian ini terjadi lagi.

Pengalaman Jadoodoo menyoroti pentingnya stop loss sebagai strategi manajemen risiko bagi para trader. Hal ini karena menetapkan stop loss membantu trader membatasi potensi kerugian. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih strategi stop-loss yang sesuai dengan gaya trading Anda dan tingkat risiko yang dapat diterima. Ini akan membantu trader mengelola risiko dengan lebih efektif.
