Ketika konsumen Singapura semakin banyak menjalani kehidupan mereka secara online, hampir delapan dari 10 (77%) ingin memiliki pilihan untuk mengontrol data mereka dibandingkan menyerahkan keputusan kepada perusahaan dan pemerintah, menurut penelitian data konsumen yang baru-baru ini dirilis oleh Visa. Studi ini juga menemukan bahwa dua pertiga konsumen Singapura menggunakan aplikasi/situs web belanja dan aplikasi/situs web jasa keuangan setiap minggunya, sehingga membuat mereka semakin banyak meminta data pribadi mereka. 65% konsumen diminta memberikan data pribadi hampir setiap kali menggunakan layanan online. Namun, hampir tiga perempat (74%) konsumen Singapura mengatakan bahwa perusahaan jarang mendidik mereka mengenai kebijakan pengumpulan data atau opsi pengelolaan data, dan lebih dari setengah (52%) percaya bahwa kebijakan data dibuat untuk melindungi perusahaan secara hukum. .