Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Memeriksa sifat mata uang atau proyek
• Apakah proyek tersebut memiliki nilai yang nyata dan sah?
Mata uang digital yang bergantung pada layanan atau aset yang memiliki nilai nyata (seperti kontrak pintar atau token yang terkait dengan aset) mungkin lebih dapat diterima dibandingkan mata uang spekulatif yang hanya bergantung pada permintaan cepat dan kenaikan sementara.
• Hindari proyek yang melibatkan transaksi yang tidak sah seperti:
• Perjudian
• Riba (bunga atau bunga majemuk)
• Kegiatan terlarang (seperti pendanaan untuk kegiatan ilegal atau senjata)
2. Memastikan proyek bebas dari riba
• Apakah ada pengembalian dari bunga?
Hindari mata uang atau platform yang bergantung pada pinjaman berbasis bunga atau pengembalian dari bunga (seperti beberapa jenis layanan staking atau yield farming yang menawarkan bunga tetap).
• Sebagai gantinya, cari model yang bergantung pada pembagian keuntungan dan kerugian (seperti partisipasi dalam pembiayaan kolektif Islam).
3. Audit syariah dari lembaga yang spesialis
• Mencari fatwa dari lembaga tepercaya:
Ada lembaga yang menawarkan studi syariah khusus untuk menilai kesesuaian mata uang digital dengan syariah, seperti:
• Badan Akuntansi dan Audit untuk Lembaga Keuangan Islam (AAOIFI)
• Beberapa bank dan lembaga Islam menyediakan daftar mata uang dan saham yang sesuai.
4. Tinjauan tata kelola dan transparansi
• Apakah proyek tersebut mengikuti standar transparansi?
Penting untuk memastikan bahwa proyek tidak memiliki praktik yang menipu atau curang. Mata uang dengan tata kelola yang baik dan manajemen yang transparan lebih dapat diterima.
5. Menggunakan platform dan sertifikat yang spesialis
• Beberapa platform menyediakan klasifikasi aset dalam hal kesesuaian syariah. Juga dapat menggunakan layanan audit syariah yang menerbitkan sertifikat untuk platform atau mata uang yang sesuai dengan syariah.
Jika Anda ragu, Anda selalu dapat berkonsultasi dengan penasihat syariah atau meminta fatwa dari seorang ulama yang ahli dalam keuangan Islam untuk menghindari segala keraguan.