Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) melaporkan peningkatan laba sebesar 40% pada kuartal ketiga tahun 2024. Kinerja perusahaan yang mengesankan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan chip AI-nya oleh perusahaan-perusahaan seperti AMD, Nvidia, dan Tesla.

TSMC membukukan laba lebih dari $9 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal ini dibandingkan dengan laba sebesar $6,5 miliar yang diperolehnya pada tahun 2023. Pendapatan mencapai $23,5 miliar, naik 36,5%. TSMC menikmati kuartal ketiga yang sukses karena permintaan yang dibawa oleh teknologi AI ke industri semikonduktor.

Pertumbuhan pesat AI memulai tren yang bertahan hingga Q3 2024, dengan banyak perusahaan berinvestasi dalam perangkat keras yang mampu menjalankan algoritma AI yang kompleks dan model pembelajaran mesin. TSMC menjadi pemasok utama bagi perusahaan seperti Nvidia, pemimpin industri dalam produksi unit pemrosesan grafis (GPU) yang mendukung banyak sistem AI.

TSMC terus mendominasi pasar chip

TSMC terus menjadi yang terdepan di pasar chip AI, khususnya di Amerika Serikat, di mana perusahaan tersebut harus memperluas operasinya sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik. Perusahaan tersebut telah menginvestasikan sekitar $65 miliar dalam pengembangan laboratorium baru di Arizona. Perusahaan tersebut membuat komitmen finansial untuk memastikan perusahaan tersebut memiliki rantai pasokan yang efisien di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China, yang berpotensi menyebabkan terganggunya operasi.

Meskipun TSMC saat ini mendominasi pasar chip, perusahaan ini dapat menghadapi persaingan ketat dari produsen chip Korea Samsung, yang baru-baru ini mengumumkan pengembangan chip AI-nya. Hal ini menyebabkan perusahaan tersebut mengalami peningkatan laba lebih dari 1400% pada kuartal kedua, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Intel, produsen chip pesaing dan pemimpin pasar, telah berjuang untuk mengimbangi laju tersebut, setelah gagal mengesankan pasar dengan chip AI-nya, yang mengakibatkan serangkaian laporan triwulanan yang mengecewakan. Saham AMD juga turun sebesar 4% setelah peluncuran chip AI yang membuat investor tidak terkesan.

Dampak AI terhadap ekonomi global

Industri semikonduktor bukan satu-satunya yang diuntungkan dari ledakan AI. Ekonomi global secara umum juga tengah mengalami transformasi. Analis keuangan memperkirakan bahwa sekitar $15 triliun dapat ditambahkan ke ekonomi global pada tahun 2030 melalui produk AI.

Namun, lonjakan laba TSMC pada kuartal ketiga hanyalah salah satu contoh dari salah satu dampak positif AI terhadap ekonomi global. Keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada akses ke bahan pembuat chip dari negara-negara seperti Belanda. Potensi gangguan perdagangan menyusul ketegangan geopolitik dapat memengaruhi kinerja perusahaan secara signifikan.

Bahkan dengan masalah yang lebih luas ini, teknologi AI terus menarik minat, dan sejumlah besar perusahaan telah mengintensifkan upaya untuk menjadi yang terdepan dalam rantai pasokan chip AI.