
Pengadilan Nigeria menolak jaminan untuk Tigran Gambaryan karena tuduhan pencucian uang.
Pengadilan mengutamakan tuduhan serius dibandingkan masalah kesehatan.
Pengadilan Nigeria menolak jaminan untuk Tigran Gambaryan, Kepala Kepatuhan Binance, meskipun kondisi kesehatannya memburuk. Keputusan tersebut dijatuhkan pada 11 Oktober 2024, setelah Gambaryan mengajukan permohonan jaminan kedua. Tim hukumnya menyoroti kondisi medisnya, dengan alasan bahwa ia membutuhkan perhatian segera, tetapi pengadilan menolak permintaan tersebut.
Gambaryan menghadapi dakwaan terkait pencucian uang, yang menyebabkan penahanannya. Pihak berwenang Nigeria tengah melakukan investigasi ekstensif, yang mengaitkan Binance dengan berbagai aktivitas keuangan ilegal. Operasi global Binance tengah diawasi, dengan Nigeria memainkan peran kunci dalam kasus tersebut.
Keputusan pengadilan tersebut menegaskan bahwa kondisi kesehatan Gambaryan, meskipun sudah disebutkan, tidak lebih penting daripada keseriusan tuduhan tersebut. Keluarganya telah menyatakan rasa frustrasi mereka, dengan menyatakan bahwa Gambaryan telah memenuhi semua persyaratan jaminan yang diperlukan, termasuk jaminan dari para ahli medis. Namun, permohonan mereka diabaikan.
Pengadilan Menolak Jaminan Meski Ada Klaim Kesehatan
Pengacaranya, Mark Mordi, menekankan bahwa Gambaryan menderita herniasi diskus dan memerlukan perawatan psikiatris. Akan tetapi, pengadilan tetap menyatakan bahwa ia dapat menerima perawatan yang memadai selama dalam tahanan. Hakim Emeka Nwite mencatat, “para ahli medis Nigeria yang terkenal sudah menangani” kesehatan Gambaryan, meskipun ia mengizinkan pemindahan sementara ke rumah sakit yang diawasi. Putusan tersebut mencerminkan sikap pengadilan yang memprioritaskan tuntutan serius daripada tuntutan kesehatan.
Laporan dari berbagai media mengungkapkan bahwa tim pembela Gambaryan mengajukan bukti medis, dengan alasan bahwa kesehatannya menurun drastis. Namun, pengadilan menemukan bukti tersebut tidak cukup untuk memberikan jaminan. Pengacaranya diperkirakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut, meskipun masih belum jelas kapan sidang berikutnya akan berlangsung.
Kasus ini muncul saat Binance menghadapi tantangan regulasi yang semakin meningkat di seluruh dunia. Regulator Nigeria sangat kritis, dengan tujuan untuk mengekang kejahatan terkait kripto di negara tersebut. Namun, Binance telah membantah melakukan kesalahan, dengan menyatakan bahwa mereka mematuhi hukum setempat.
Masalah hukum Gambaryan menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana pemerintah menangani pertukaran mata uang kripto. Nigeria, seperti banyak negara lainnya, tengah berjuang untuk mengatur mata uang digital sambil mengelola risiko terkait.
Berita Kripto yang Disorot Hari IniBisakah Bitcoin Menembus Level Resistensi $62.000?