Tindakan Pemerintah AS untuk Membatasi Pendanaan Kripto ke Hamas
Dalam upaya memerangi pendanaan terorisme, pemerintah AS memberlakukan peraturan perdagangan yang lebih ketat terhadap entitas yang terkait dengan Hamas. Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas seruan kolektif lebih dari 100 senator, yang mendesak pemerintahan Biden untuk mengatasi eksploitasi mata uang kripto yang dilakukan oleh kelompok teroris. Para senator telah menyatakan keprihatinannya atas penggunaan teknologi blockchain oleh Hamas dan Jihad Islam Palestina untuk memfasilitasi transaksi, dengan klaim dari kelompok-kelompok ini mengumpulkan lebih dari $130 juta dalam bentuk kripto. Namun, beberapa pakar di industri kripto memandang angka ini terlalu berlebihan.
Menanggapi kekhawatiran ini, Departemen Keuangan telah mengusulkan kewajiban pelaporan baru bagi lembaga keuangan yang berurusan dengan pencampur mata uang kripto, yang diketahui mengaburkan transaksi keuangan di blockchain. Meskipun pencampur ini dapat memenuhi tujuan privasi, mereka juga menimbulkan risiko karena berpotensi memungkinkan penjahat dan entitas yang terkena sanksi menghindari deteksi. Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan (FinCEN) juga mendesak lembaga-lembaga untuk melaporkan setiap transaksi mencurigakan yang terkait dengan pencampur kripto, sehingga memperluas kewaspadaannya terhadap pencampur di luar yurisdiksi AS.
Perkembangan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk memerangi aktivitas keuangan gelap dan menyoroti potensi risiko yang terkait dengan penggunaan mata uang kripto dalam pendanaan terorisme.
Sumber: Berita Kripto