Seiring dengan pertumbuhan pasar mata uang kripto, risiko pelanggaran keamanan dan pencurian pun ikut meningkat. Berikut ini adalah enam pencurian mata uang kripto terbesar dalam sejarah, yang mengakibatkan aset digital senilai miliaran dolar dicuri:

---

1. Mt. Gox – $450 Juta (2014) 💻💣

Peretasan Mt. Gox yang terkenal itu tetap menjadi salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah mata uang kripto. Bursa yang berbasis di Jepang itu pernah menangani 70% dari semua transaksi Bitcoin, tetapi diretas pada tahun 2014, yang mengakibatkan pencurian 850.000 BTC (sekitar $450 juta pada saat itu). Peristiwa itu menyebabkan runtuhnya bursa dan menimbulkan kegemparan di komunitas kripto.

---

2. Poly Network – $610 Juta (2021) 🔒🔓

Pada bulan Agustus 2021, Poly Network, sebuah platform DeFi yang memfasilitasi transaksi lintas rantai, diretas dan mengakibatkan kerugian mata uang kripto senilai lebih dari $610 juta, termasuk Ethereum, token Binance Smart Chain, dan lainnya. Secara mengejutkan, peretas yang mengaku "beretika" itu mengembalikan dana yang dicuri setelah pelanggaran besar-besaran itu menjadi berita utama global.

👇👇👇

$POL

POL
POL
0.09468
+6.61%

---

3. Coincheck – $530 Juta (2018) 💸❌

Pada bulan Januari 2018, bursa mata uang kripto Jepang Coincheck menjadi sasaran peretas yang membawa kabur token NEM senilai $530 juta. Pencurian ini tetap menjadi salah satu pencurian terbesar di dunia kripto. Peretasan tersebut mengeksploitasi praktik keamanan bursa yang buruk, dan dana yang dicuri tidak pernah sepenuhnya pulih.

---

4. Ronin Network – $625 Juta (2022) 🕵️‍♂️📉

Ronin Network, blockchain yang terhubung dengan game populer Axie Infinity, mengalami peretasan yang menghancurkan pada bulan Maret 2022. Para peretas membobol node validator dan mencuri stablecoin Ethereum dan USDC senilai $625 juta. Pencurian tersebut berdampak besar pada ekosistem game dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan jembatan blockchain.

👇👇👇

$RONIN

RONIN
RONIN
0.05
-0.20%

---

5. Bitfinex – $72 Juta (2016) 🔥🏦

Pada bulan Agustus 2016, Bitfinex, bursa mata uang kripto yang populer, diretas, dan para penyerang mencuri 119.756 BTC, yang bernilai sekitar $72 juta pada saat itu. Sementara Bitfinex mengganti rugi para penggunanya, Bitcoin yang dicuri tersebut telah meningkat nilainya hingga miliaran, menjadikannya salah satu pencurian terbesar dalam hal nilai saat ini.

👇👇👇

$BTC

BTC
BTC
76,766.01
-2.82%

---

6. KuCoin – $280 Juta (2020) ⚔️💼

Pada bulan September 2020, peretas mencuri mata uang kripto senilai $280 juta dari bursa KuCoin yang berbasis di Singapura. Berbagai macam aset digital diambil, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan beberapa token ERC-20. Untungnya, berkat kerja sama dengan bursa lain, sebagian besar dana yang dicuri berhasil ditemukan kembali.

Kesimpulan:

Perampokan kripto ini menjadi pengingat nyata akan kerentanan dalam ruang aset digital. Meskipun teknologi blockchain menawarkan keamanan melalui desentralisasi, bursa terpusat dan platform DeFi masih sering menjadi target peretas. Keamanan dalam kripto adalah yang terpenting, dan insiden ini menyoroti pentingnya praktik keamanan yang kuat dan kewaspadaan dalam pasar kripto yang terus berkembang.

#BitwiseFilesXRPETF #WeAreAllSatoshi #BinanceLaunchpoolHMSTR #CryptoMarketMoves #U.S.UnemploymentNewLow