Wakil Presiden Kenya Rigathi Gachagua menghimbau para pemimpin Afrika untuk memanfaatkan AI guna meningkatkan perekonomian mereka. Berbicara di International Association of Science Parks and Areas of Innovation World, Gachagua menekankan bahwa negara-negara Afrika harus memimpin dalam memanfaatkan manfaat AI.

Pernyataan Gachagua muncul beberapa minggu setelah Presiden Kenya William Ruto mengumumkan rencana untuk mengatasi disinformasi AI. Ruto juga berupaya untuk bekerja sama dengan mitra internasional guna memastikan penggunaan teknologi baru yang bertanggung jawab seperti AI generatif, sebagaimana dilaporkan oleh Bitcoin.com News.

Meskipun ada kekhawatiran tentang penyalahgunaan AI, pemerintah Kenya mengambil langkah-langkah untuk mengadopsi teknologi tersebut. Menurut Gachagua, Kementerian TIK Kenya berencana untuk memasang kabel serat optik sepanjang 100.000 km di seluruh negeri dan membangun pusat-pusat digital di 1.400 distrik.

Membahas mengapa negara-negara di Afrika perlu mempertimbangkan secara serius penerapan AI, wakil pemimpin Kenya mengatakan:

Negara-negara yang memimpin bidang teknologi di dunia meraup untung dari penerapan Kecerdasan Buatan ke dalam sektor pertanian, kesehatan, perdagangan, manufaktur, pariwisata, dan pendidikan, serta sektor-sektor penting ekonomi lainnya.

Sementara itu, Wakil Presiden mendesak Kenya untuk menyelaraskan undang-undang, kebijakan, dan peraturannya guna mencegah teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (AI), digunakan dalam kegiatan kriminal. Dengan menyederhanakan undang-undang ini, Kenya akan mencegah penjahat dunia maya menyerang penduduknya dengan serangan dunia maya yang didukung AI.

Daftarkan email Anda di sini untuk mendapatkan pembaruan mingguan tentang berita Afrika yang dikirim ke kotak masuk Anda: