Pasar kripto berada dalam kekacauan minggu ini, terutama dipengaruhi oleh perkiraan pertemuan FOMC, data makroekonomi, dan masalah hukum dengan Telegram dan Ripple. Meskipun pasar saham mengalami penurunan karena rumor Nvidia, pasar kripto melemah setelah perusahaan AI membantah rumor tersebut. Pada saat yang sama, perkembangan hukum Telegram dan Ripple terus memicu spekulasi di pasar, dan investor diliputi ketidakpastian mengenai arah pasar di masa depan.
Poin-poin penting
- Pasar Crypto telah mengalami volatilitas yang signifikan minggu ini menjelang pertemuan FOMC mendatang.
- Data JOLTS dari AS menunjukkan penurunan penciptaan lapangan kerja, meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin dari Federal Reserve.
- Telegram sedang diselidiki lebih lanjut atas masalah hukum CEO-nya di Prancis.
- Dalam gugatan XRP Ripple, pihak-pihak terkait sepakat untuk menunda kasus tersebut, sehingga menimbulkan spekulasi baru mengenai tren XRP di pasar.
- Bank of Japan mengisyaratkan bahwa mereka mungkin menaikkan suku bunga, sehingga mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
- Ketua eksekutif Ripple mendukung kandidat Partai Demokrat Kamala Harris, membuat pasar memperhatikan dinamika politik Ripple.
- Investor umumnya berhati-hati terhadap pasar kripto saat ini, terutama karena September secara historis dipandang sebagai bulan yang buruk bagi pasar.

