Privasi memegang peranan penting dalam dunia mata uang kripto yang sebenarnya, yang beberapa tahun lalu tidak terlalu populer. Karena meningkatnya masalah dengan perlindungan informasi, mata uang kripto seperti Monero dan Zcash kini menjadi tren. Koin-koin ini menekankan anonimitas dalam transaksi dan fakta bahwa transaksi yang terjadi tidak dapat dilacak, tidak seperti koin konvensional lainnya seperti Bitcoin.

Monero dan Zcash memiliki tujuan yang relatif sama, yaitu anonimitas pengguna, tetapi sejauh mana mereka menerapkannya cukup berbeda. Artikel ini bertujuan untuk membandingkan dua mata uang privasi terkemuka tersebut pada intinya dan fitur-fitur khasnya.

Monero: Menjaga Privasi Secara Default

Perlu dicatat bahwa Monero (XMR) masuk dalam daftar mata uang kripto yang paling aman dan anonim. Tidak seperti Bitcoin, semua transaksi bersifat transparan dan mudah dilacak sedangkan Monero menggunakan algoritma hashing yang paling rumit untuk memastikan bahwa semua transaksi sepenuhnya anonim. Privasi ini adalah pengaturan default yang diberikan untuk setiap transaksi yang menjadikan Monero pilihan yang lebih disukai bagi pengguna yang membutuhkan mata uang anonim.

Monero menggunakan kombinasi tiga teknologi privasi utama: Ring signatures, ring secrets transaction (ringct) dan stealth address. Mirip dengan Stealth address, Ring signatures menyembunyikan ID pengirim dan orang tidak dapat mengetahui siapa yang memulai transaksi. Dalam kasus RingCT, jumlah transaksi tidak muncul sedangkan stealth address adalah bahwa alamat penerima tidak akan diungkapkan. Ketika keempat teknologi digabungkan bersama, Monero menjamin bahwa tidak seorang pun akan dapat mengikuti setiap rincian transaksi.

Namun, Monero, yang sangat memperhatikan anonimitas, juga menjadi sasaran perhatian dari sisi yang tidak begitu cerah. Monero telah dikaitkan dengan penggunaan di web gelap untuk terlibat dalam kegiatan kriminal karena memungkinkan penyembunyian informasi yang berkaitan dengan transaksi. Pihak berwenang dan pengawas keuangan sangat membenci anonimitas yang meningkat seperti ini, tetapi Monero masih menikmati dukungan dari para penggemar privasi yang menghormati kebebasan di seluruh dunia.

Zcash: Fleksibel untuk Transparansi Selektif

Zcash (ZEC) menyediakan opsi yang lebih longgar untuk manfaat privasi. Penting untuk diketahui bahwa transaksi Zcash tidak anonim secara default tidak seperti Monero. Namun, pengguna dapat memilih transaksi yang transparan atau terlindungi. Fitur privasi opsional ini membuat Zcash mampu menarik lebih banyak pengguna yang mungkin memerlukan privasi dalam beberapa transaksi tetapi transparansi di transaksi lainnya.

Zcash menggunakan teknologi yang cukup inovatif yang dikenal sebagai zk-SNARKs atau Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Arguments of Knowledge. Kriptografi ini memungkinkan Anda untuk membuktikan bahwa transaksi tertentu yang dilakukan adalah autentik tanpa mempertaruhkan referensi apa pun ke transaksi tersebut, pesertanya, atau jumlah transaksi tersebut. zk-SNARKs tampaknya lebih privat daripada SNARK lainnya, tetapi pada saat yang sama aman untuk digunakan pada blockchain.

Fitur transaksi Zcash yang transparan dan terlindungi menjadikannya bentuk koin privasi yang sangat fleksibel. Koin ini akan menarik bagi orang-orang yang ingin transaksi mereka lebih privat daripada mereka yang merasa nyaman dengan perjanjian yang lebih langsung dan terbuka. Meskipun demikian, koin ini memiliki opsi privat opsional yang telah dikecam karena privasi seharusnya menjadi norma pada mata uang kripto apa pun yang 'mencetak' dirinya sebagai koin privasi.

Selain itu, beberapa skeptis mencatat bahwa zk-SNARK lebih membutuhkan sumber daya daripada fitur privat yang diterapkan oleh Monero dan mengakibatkan biaya yang lebih tinggi dan waktu operasi yang lebih lama. Namun, Zcash adalah salah satu koin privasi yang paling banyak digunakan dengan basis pelanggan yang cukup besar.

Privasi vs. Regulasi: Perjuangan yang Konstan

Hal ini membuat Monero dan Zcash berada di bawah tekanan dari regulator karena keduanya sebagian besar terkait dengan aspek privasi. Pemerintah khawatir bahwa koin privasi ini dapat digunakan dalam bisnis terlarang yang mencakup pencucian uang dan penghindaran pajak. Oleh karena itu, bursa tertentu telah menghapus Monero dan Zcash sehingga mereka tidak akan menghadapi masalah dengan regulasi di kemudian hari.

Zcash, berbeda dengan Monero, selalu menyediakan opsi untuk membuat transaksi transparan, sehingga privasi Monero secara default telah membuat mata uang kripto ini lebih menarik bagi regulator. Namun, kedua koin tersebut masih menjadi kontroversi yang berkaitan dengan masalah privasi serta regulasi dalam industri blockchain. Di sisi lain, koin privasi memberikan kebebasan finansial dan anonimitas kepada peserta yang terbukti menjadi masalah bagi pemerintah yang mencoba melawan aturan AML dan KYC.

Meskipun demikian, ancaman dari regulator seperti yang disebutkan sebelumnya tidak menghalangi investor untuk berinvestasi dalam koin privasi. Ada lebih banyak pengguna yang khawatir dengan pengungkapan identitas mereka dan yang berpikir bahwa koin privasi melindungi data keuangan mereka.

Kesimpulan

Monero dan Zcash adalah dua contoh pendekatan privasi terbesar di bidang mata uang kripto saat ini. Keunggulan lain yang dimiliki Monero adalah anonimitas lengkap secara default, yang akan membantu pengguna untuk menggunakannya tanpa kritik apa pun. Itulah sebabnya Zcash lebih fleksibel dan memiliki fitur privasi opsional yang akan membuat lebih banyak pengguna merasa nyaman.

Kedua koin tersebut tidak kebal terhadap masalah regulasi, tetapi kekhawatiran yang mereka miliki terhadap privasi pengguna membuat keduanya relevan. Karena tren transaksi pribadi secara bertahap semakin populer di bidang transaksi keuangan, Monero dan Zcash akan selalu diminati di dunia kripto, menyediakan opsi bagi pengguna untuk transaksi yang aman dan anonim.