
Otoritas hukum Korea Selatan tengah mengintensifkan penyelidikan mereka terhadap tuduhan yang melibatkan mantan Ketua Kakao dan para eksekutif utama dari perusahaan-perusahaan afiliasinya atas dugaan penyalahgunaan mata uang digital. Pada tanggal 11 Oktober, Tim Investigasi Kejahatan Aset Virtual Gabungan dari Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul memulai penyelidikan resmi atas masalah tersebut. Tindakan ini menyusul laporan yang diajukan oleh Economic Democracy 21 bulan lalu.
Kelompok aktivis tersebut mengklaim bahwa mantan ketua Kakao Kim Bum-soo dan berbagai eksekutif cabang berpartisipasi dalam penggelapan dan pelanggaran kepercayaan terkait dengan transaksi mata uang kripto.
Tuduhan ini didasarkan pada penciptaan dan penjualan mata uang virtual $KLAY oleh Kakao melalui anak perusahaannya. Tuduhan tersebut menunjukkan bahwa hasil penjualan tidak masuk ke bisnis yang dituju, melainkan disalahgunakan. Perkiraan awal menunjukkan potensi penyalahgunaan antara 150 miliar won dan 300 miliar won selama pra-penjualan $KLAY.
Organisasi tersebut selanjutnya menuduh adanya perdagangan orang dalam, menuduh para manajer cabang Klaytn menyedot mata uang kripto dengan berbagai kedok. Mereka konon mempublikasikan "proyek investasi luar negeri", tetapi investasi tersebut justru mengalir ke kantong anak perusahaan.
Anak perusahaan Kakao, Klaytn, yang kemudian berganti nama menjadi Crust, memperkenalkan mata uang digital Klay. Kapitalisasi pasarnya bahkan pernah melonjak melampaui 10 triliun won, menjadikannya pemain potensial di lanskap mata uang kripto Korea Selatan yang sedang berkembang pesat. Namun, tuduhan perdagangan orang dalam dan kesalahan operasional telah memicu penurunan tajam nilainya.
Menanggapi klaim-klaim ini, perwakilan dari Kakao dan Klytn menyatakan keberatan mereka dan mengindikasikan bahwa mereka masih perlu memverifikasi sebagian besar informasi. Mereka menekankan bahwa banyak tuduhan berasal dari narasi sepihak yang belum diverifikasi.
Postingan Jaksa Korea Selatan Menyelidiki Eksekutif Kakao Atas Dugaan Penyalahgunaan Kripto muncul pertama kali di Metaverse Post.
