Apa saja jenis-jenis stablecoin?
Anda mungkin akrab dengan “dolar kripto” paling populer, Tether, atau USDT, tetapi ada banyak stablecoin lain selain Tether. Mereka dikategorikan menjadi empat jenis:
▪️ Diamankan dengan fiat dan surat berharga
Stablecoin jenis ini didukung oleh mata uang riil—misalnya dolar Amerika Serikat dengan rasio 1:1. Contoh yang jelas adalah USDT dan, katakanlah, USDC. Koin-koin ini didukung oleh uang dan sekuritas sungguhan.
▪️ Didukung oleh komoditas
Koin-koin ini menggunakan komoditas, seperti emas, real estat, dan logam, untuk mendukung harganya
Contohnya adalah Paxos Gold (PAXG) atau Tether Gold (xAUT); harganya dipatok pada emas, dan Anda dapat memperdagangkan emas langsung di blockchain (tentu saja dengan mengingat risikonya).
▪️ Didukung Cryptocurrency
Seperti namanya, stablecoin ini menggunakan mata uang kripto lain sebagai jaminan.
Misalnya, stablecoin DAI tidak didukung oleh fiat sama sekali dan bergantung pada mata uang kripto lain sebagai jaminan.
▪️ Stablecoin algoritmik
Stabilitas stablecoin USDD, FRAX, dan USDX dikendalikan oleh program, algoritma yang mengontrol pasokan dan sirkulasi token di pasar.
Jadi, masih banyak stablecoin lain selain USDT. Namun, tentu saja, Tether tetap menjadi solusi paling populer di pasar.