Tren kencan yang diungkapkan oleh Dating.com menunjukkan bahwa 33% lajang di seluruh dunia siap berkencan di metaverse pada tahun 2023 — sebuah konsekuensi besar dari lockdown akibat COVID.

Dalam siaran persnya baru-baru ini, Dating.com, pencipta lebih dari 40 situs kencan, menyoroti peningkatan peran teknologi dalam kencan. Perusahaan melakukan survei di antara penggunanya, dan hasilnya menunjukkan bahwa metaverse memimpin dalam menarik para lajang. 33% responden lebih memilih kencan virtual.

Menurut Dating.com, kencan virtual melalui rompi avatar akan memungkinkan para lajang berinteraksi dan menilai kemungkinan mereka untuk bersama sebelum bertemu di dunia nyata.

Selain itu, lebih dari sepertiga responden menunjukkan minat untuk menjalin hubungan terbuka dengan orang-orang di luar wilayahnya. Metaverse diharapkan dapat mendobrak hambatan jarak dengan memungkinkan para lajang dari berbagai kota, negara, atau benua untuk bertemu di dunia virtual.

Metaverse juga akan berdampak pada perjalanan

Pada tahun 2023, metaverse tidak hanya akan mengubah lanskap kencan tetapi juga preferensi kita dalam bepergian, berdasarkan studi baru oleh Booking.com. Perusahaan berharap ekosistem digital terbaru akan memungkinkan wisatawan memilih wilayah yang ingin mereka jelajahi secara langsung.

Booking.com mensurvei 24.179 orang dari 32 negara dan menemukan bahwa mereka menikmati tur virtual ke tempat-tempat liburan potensial sebelum membuat keputusan akhir. Secara khusus, lebih dari 35% peserta tertarik untuk menghabiskan waktu lebih lama di metaverse sehingga mereka benar-benar dapat merasakan suasana banyak situs terkenal di dunia.