Perkenalan
Pada tanggal 6 Oktober 2014, sebuah peristiwa penting terjadi di dunia cryptocurrency. Token pertama dari bentuk mata uang kripto baru, yang disebut Tether (USDT), telah diterbitkan. Hari ini menandai dimulainya era baru dalam dunia cryptocurrency, era stablecoin.
Apa itu Tether?
Tether adalah mata uang kripto stablecoin, artinya dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil. Secara historis, setiap token USDT seharusnya didukung oleh satu dolar AS, artinya untuk setiap USDT yang beredar, harus ada satu dolar AS yang disimpan sebagai cadangan oleh Tether Limited, perusahaan yang menerbitkan token USDT.
Awal Mula: Realcoin
Sebelum dikenal dengan nama Tether, proyek ini sebelumnya bernama “Realcoin”. Dengan nama inilah token-token pertama diterbitkan pada 6 Oktober 2014. Penerbitannya berlangsung di blockchain Bitcoin menggunakan protokol Omni Layer, sebuah lapisan tambahan (overlay) dari Bitcoin.
Perubahan Nama: Dari Realcoin ke Tether
Satu bulan setelah penerbitan token-token pertama, pada November 2014, proyek ini berganti nama menjadi Tether. Perubahan nama ini mencerminkan tujuan proyek: menciptakan mata uang digital yang “tertambat” atau “diikat” pada mata uang fiat, dalam hal ini dolar AS.
Kontroversi
Meskipun sukses dan diadopsi secara luas, Tether tidak lepas dari kontroversi. Kekhawatian utama adalah ketidakmampuan Tether Limited untuk menyediakan audit yang membuktikan bahwa mereka memiliki cadangan yang cukup dalam dolar AS untuk mendukung semua token USDT yang beredar.
Kesimpulan
Terlepas dari kontroversi tersebut, Tether telah memainkan peran penting dalam ekosistem mata uang kripto. Sebagai stablecoin pertama, ia membuka jalan bagi mata uang digital lain yang didukung oleh aset, dan terus menjadi pemain utama dalam dunia kripto.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun Tether merupakan inovasi besar dalam dunia mata uang kripto, bagi investor dan pengguna sangat penting untuk melakukan uji tuntas (due diligence) ketika berinteraksi dengan kripto dan aset digital lainnya.