Bank of Canada (BOK) baru saja merilis pernyataan tentang perlunya mengatur stablecoin yang dipatok pada mata uang fiat terpusat. Salah satu alasan utama keputusan ini adalah tingginya permintaan aset kripto di negara Amerika Utara tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Badan Pengawas Sekuritas Kanada (CSA) melarang perdagangan leverage (margin) minggu lalu. Regulator memperketat pengawasan terhadap bursa kripto dan platform perdagangan di tengah keruntuhan FTX.

Bank sentral menunjukkan tingginya volatilitas mata uang kripto seperti bitcoin (BTC) dan ether (ETH).

Menurut grafik yang dirancang oleh BOK, BTC memiliki volatilitas rata-rata sekitar 65% sementara volatilitas ETH lebih tinggi: 86% dari Januari 2020 hingga 20 November 2022. Angka tersebut cukup tinggi dibandingkan dengan mata uang fiat terpusat. Volatilitas rata-rata pound Inggris adalah 8,5% dalam jangka waktu yang sama sementara dolar Kanada bergerak sekitar 7,17%. Selain itu, euro memiliki volatilitas terendah hanya 6,9%.

Regulator Kanada bersikeras mengatur stablecoin

Meskipun stablecoin dapat memperbaiki masalah volatilitas kelas aset ini, BOK menunjukkan pelepasan patokan stablecoin algoritmik populer, TerraUSD (UST). UST menjadi stablecoin terbesar ketiga dalam ekosistem pada pertengahan April. Namun, aset tersebut kehilangan patokannya terhadap dolar AS pada 9 Mei 2022.

Karena permintaan mata uang kripto terus meningkat setiap harinya, BOK meyakini bahwa stablecoin perlu didukung dengan cadangan riil di bank yang dikelola oleh pihak ketiga.

Lebih jauh lagi, menurut BOK, teknologi blockchain dapat digunakan untuk melakukan dan mencatat “transfer kepemilikan dan karenanya berpotensi untuk digunakan sebagai sistem pembayaran.”

Aset kripto yang merujuk pada mata uang fiat dapat mempercepat dan mengefisienkan pembayaran karena fitur teknologi baru yang digunakannya. Namun, aset kripto tersebut juga dapat menimbulkan risiko stabilitas keuangan, yang sebagian di antaranya terlihat dalam gejolak pasar pada bulan Mei dan November 2022, yang menyoroti perlunya regulasi dan pengawasan yang memadai, demikian simpulan Bank of Canada.