Dalam wawancara baru-baru ini dengan CoinDesk, CEO Binance Richard Teng memberikan pandangan mendalam tentang arah strategis dan rencana masa depan Binance, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia.
Teng memulai dengan membahas perubahan signifikan dalam struktur organisasi Binance sejak ia mengambil alih. Perusahaan telah bergeser dari organisasi yang dipimpin oleh pendiri di bawah CZ (Changpeng Zhao) menjadi struktur yang dipimpin oleh dewan direksi.
Perubahan ini telah menghasilkan gaya tata kelola perusahaan yang lebih baik, dengan tiga direktur independen di dewan direksi dan sekelompok eksekutif global senior yang berbakat yang mengelola operasi sehari-hari. Struktur baru ini bertujuan untuk menciptakan platform yang lebih berkelanjutan dan tangguh, yang mampu menavigasi kompleksitas lanskap regulasi global.
Salah satu area fokus paling penting bagi Binance di bawah kepemimpinan Teng adalah kepatuhan terhadap peraturan. Teng menekankan upaya Binance untuk bekerja sama erat dengan regulator global guna memajukan penerapan mata uang kripto dan mengembangkan kerangka kerja regulasi yang mengelola risiko sekaligus mendukung inovasi. Ia mengakui tantangan yang dihadapi Binance di masa lalu, termasuk hukuman atas ketidakpatuhan, dan menyatakan komitmen perusahaan untuk membangun platform yang patuh dan transparan.
Sejak awal tahun 2024, Binance telah mendapatkan beberapa lisensi tambahan secara global, sehingga jumlah totalnya menjadi 19. Khususnya, Binance baru-baru ini menerima persetujuan dari Unit Intelijen Keuangan India, yang menandai lisensi globalnya yang ke-19. Awal tahun ini, Binance juga mendapatkan lisensi di Dubai dan Thailand, yang semakin memperluas jejak globalnya.
Teng menyoroti investasi besar Binance dalam kepatuhan. Pada tahun 2022, Binance menghabiskan $158 juta untuk kepatuhan, yang meningkat menjadi $213 juta pada tahun 2023. Perusahaan terus berinvestasi besar-besaran di bidang ini, dengan peningkatan lebih lanjut diharapkan pada tahun 2024.
Binance telah merekrut talenta papan atas untuk meningkatkan fungsi kepatuhannya, termasuk merekrut eksekutif senior dari lembaga keuangan terkemuka seperti Morgan Stanley dan Kraken. Teng mengatakan fokus pada kepatuhan ini merupakan bagian dari strategi Binance yang lebih luas untuk membangun platform yang paling tangguh dan tangguh di industri ini.
Ketika ditanya tentang kemungkinan IPO (Initial Public Offering) atau penggalangan dana, Teng menyatakan bahwa Binance berada dalam posisi keuangan yang sangat kuat dan tidak perlu mempertimbangkan opsi-opsi ini saat ini. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut merupakan kewenangan dewan direksi dan pemegang saham, bukan kewenangannya secara pribadi. Sebaliknya, Teng dan timnya berfokus pada pembangunan ekosistem yang berkelanjutan dan dinamis untuk masa depan mata uang kripto.
Rencana masa depan Binance meliputi terus memajukan teknologi blockchain, mendukung proyek-proyek inovatif, dan menarik bakat-bakat terbaik untuk bekerja membangun masa depan dunia kripto. Teng menyatakan komitmennya untuk memastikan bahwa Binance tidak hanya berhasil saat ini tetapi juga berkembang selama beberapa dekade mendatang.