Meskipun banyak yang menganggap #Worldcoin teknologi pemindaian mata sebagai sesuatu yang distopia, sejumlah besar orang di negara-negara berkembang mengadopsinya.

Pengalaman Chili
Di Chili, lebih dari 200.000 orang telah menjalani pemindaian bola mata, masing-masing memperoleh sekitar $42 dalam bentuk #WLD token. Jika mempertimbangkan upah minimum negara sebesar $512, itu adalah jumlah uang gratis yang signifikan!
Carlos Santibañez, warga lokal Chili, menunjukkan bahwa pengumpulan data Worldcoin kurang invasif dibandingkan perusahaan lain.
Negara-negara Berkembang Lain Mengikuti Langkah Ini
Argentina: Pendaftaran setiap 9 detik pada bulan Agustus.
Kenya: 350.000+ pendaftaran sebelum larangan diberlakukan.
Sisi Gelap: Kekhawatiran Privasi
Namun, tidak semua negara terbuka terhadap Worldcoin seperti Chili. Kenya telah melarang operasi Worldcoin karena masalah privasi. Kritikus khawatir tentang implikasi pengumpulan data massal.
Di Kenya, pihak berwenang telah meminta penyelidikan terhadap Worldcoin dan aktivitasnya. Larangan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana negara-negara berkembang akan mengatur teknologi baru yang berhubungan dengan data pribadi.
Pertanyaan Besarnya: Haruskah Anda Berpartisipasi?
Keberhasilan Worldcoin di negara-negara berkembang menunjukkan bahwa banyak yang bersedia menukar sedikit data pribadi demi insentif finansial. Namun, para kritikus berpendapat bahwa perlindungan konsumen tidak boleh diabaikan.
👉 Sebelum Anda melakukan pemindaian mata, pikirkan tentang implikasi jangka panjangnya.
Apakah uang cepat sepadan dengan potensi risikonya? 🤔