FTX HACKER MENGHASILKAN $38 JUTA DALAM ETH

Dalam perkembangan yang signifikan hanya beberapa hari sebelum dimulainya uji coba Sam Bankman-Fried, sebuah dompet yang terkait dengan peretasan bursa FTX yang bangkrut menjadi hidup, menggerakkan Ethereum (ETH) senilai sekitar $38 juta. Aktivitas peretas menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran tentang keamanan dan implikasinya terhadap pasar mata uang kripto.

Data on-chain terbaru mengungkapkan bahwa dompet yang terkait dengan peretasan FTX menjadi aktif pada 30 September, memulai operasinya dengan tiga transaksi dengan total 6,250 ETH, setara dengan $10.46 juta. Transfer ini dilakukan menggunakan alat privasi seperti RailGun dan THORChain.

Pada tanggal 1 Oktober, penyerang melanjutkan aktivitasnya, memindahkan sekitar 12,250 ETH dalam dua transaksi, terutama melalui THORChain. SpotOnChain, sebuah perusahaan analisis blockchain terkemuka, memverifikasi pergerakan dana ini, melaporkan bahwa sekitar 7,749 ETH (sekitar $13 juta) ditransaksikan menggunakan THORChain dan Railgun. Selain itu, penyerang menukar 2,500 ETH (senilai sekitar $4.19 juta) dengan 153.4 tBTC dengan harga rata-rata $27,281 per token.

Secara total, penyerang berhasil mentransfer 22,500 ETH, setara dengan $38 juta, melalui tujuh transaksi selama akhir pekan. Transaksi ini mewakili pergerakan dana pertama dari alamat yang disusupi sejak peretasan FTX terjadi.

Masa Lalu FTX yang Bermasalah dan Spekulasi seputar Peretasan

FTX menjadi berita utama ketika mengalami eksploitasi yang menyebabkan kerugian sekitar $400 juta, hanya sehari setelah menyatakan kebangkrutan. Insiden tersebut memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya pekerjaan orang dalam, dan identitas penyerang masih belum diketahui hampir setahun kemudian.

Terlepas dari banyaknya transaksi baru-baru ini, dompet pengeksploitasi FTX masih menyimpan aset digital senilai $287 juta, menurut dasbor Arkham Intelligence. Dalam dompet ini, penyerang memiliki 163,249 unit ETH dan 3.9 juta USDT, di antara aset lainnya.

#ETH #crypto2023 #cryptonews