1. Cakrawala Waktu:
Pedagang Harian: Pedagang harian membuka dan menutup posisi dalam hari perdagangan yang sama. Mereka tidak menahan posisi dalam semalam. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, sering kali setiap menit atau setiap jam.
Swing Trader: Swing trader memegang posisi untuk jangka waktu yang lebih lama, biasanya dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Mereka bertujuan untuk menangkap perubahan harga atau tren dalam jangka waktu ini, sehingga mereka lebih berorientasi pada jangka menengah.
2. Frekuensi Perdagangan:
Pedagang Harian: Pedagang harian melakukan banyak perdagangan dalam satu hari, terkadang bahkan puluhan atau lebih. Mereka berfokus pada fluktuasi harga jangka pendek dan memanfaatkan pergerakan intraday kecil.
Swing Trader: Swing trader melakukan lebih sedikit perdagangan dibandingkan dengan day trader. Mereka selektif dalam menentukan posisi masuk dan keluar, mencari peluang dengan potensi keuntungan lebih tinggi dalam jangka waktu yang sedikit lebih panjang.
3. Toleransi Risiko:
Pedagang Harian: Perdagangan harian melibatkan risiko yang lebih tinggi dan memerlukan pengambilan keputusan yang cepat. Pedagang harus merasa nyaman dengan potensi keuntungan dan kerugian yang cepat dalam satu sesi perdagangan.
Swing Trader: Swing trader biasanya memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi daripada investor jangka panjang tetapi toleransi risikonya lebih rendah dibandingkan dengan day trader. Mereka dapat menahan beberapa fluktuasi jangka pendek sambil mencari pergerakan harga yang lebih signifikan.
4. Strategi Perdagangan:
Pedagang Harian: Pedagang harian sering menggunakan analisis teknis, pola grafik, dan indikator intraday untuk membuat keputusan perdagangan. Mereka mungkin terlibat dalam scalping (memperoleh keuntungan kecil dan cepat) atau perdagangan momentum.
Swing Trader: Swing trader mengandalkan analisis teknis dan fundamental untuk mengidentifikasi pengaturan perdagangan yang potensial. Mereka dapat menggunakan alat seperti moving average, garis tren, dan level support/resistance untuk memasuki dan keluar dari posisi.
5. Komitmen Waktu:
Pedagang Harian: Perdagangan harian membutuhkan perhatian penuh selama jam pasar. Pedagang harus selalu memantau posisi, dan bereaksi terhadap perkembangan pasar sepanjang hari perdagangan.
Swing Trader: Swing trading memberikan fleksibilitas lebih. Trader dapat memiliki komitmen atau pekerjaan lain karena mereka tidak perlu terus-menerus memantau pasar.
6. Persyaratan Modal:
Pedagang Harian: Pedagang harian sering kali membutuhkan modal yang lebih besar karena frekuensi perdagangan mereka dan kebutuhan untuk memenuhi persyaratan margin minimum.
Pedagang Ayunan: Pedagang ayunan dapat memulai dengan modal yang lebih kecil karena mereka tidak memiliki leverage sebanyak pedagang harian.
Penting untuk dicatat bahwa baik perdagangan harian maupun perdagangan ayunan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan pilihan di antara keduanya bergantung pada preferensi individu, toleransi risiko, dan tujuan perdagangan. Selain itu, perdagangan yang sukses dalam kedua gaya tersebut memerlukan pendidikan, disiplin, dan rencana perdagangan yang terdefinisi dengan baik.