Perkembangan game blockchain menjadi "metaverse" dalam arti sebenarnya memerlukan sejumlah besar kondisi teknis, antara lain:

Realitas virtual untuk portal (kacamata XR, sarung tangan, perangkat IoT) dan antarmuka otak-komputer (Tesla telah mengusulkan produk terkait);

Daya komputasi yang besar untuk komputasi berkecepatan tinggi (mesin game, daya komputasi komputasi awan, kecerdasan buatan/NPC);

Keamanan informasi dan teknologi blockchain yang digunakan untuk mengimplementasikan otentikasi identitas dan transaksi di lingkungan virtual.