Wabah cacar monyet baru-baru ini, penyakit langka dan menular, telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampak potensialnya terhadap pasar keuangan global dan mata uang kripto seperti Bitcoin.
Karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC), para investor memantau situasi tersebut dengan saksama. Penyebaran virus tersebut dapat menyebabkan:
- Volatilitas pasar: Ketakutan dan ketidakpastian seputar wabah dapat menyebabkan investor menjadi menghindari risiko, yang mengarah pada fluktuasi pasar dan potensi penurunan.
- Gangguan ekonomi: Wabah penyakit dan tindakan karantina yang meluas dapat mengganggu rantai pasokan global, memengaruhi perdagangan, dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi, yang berpotensi menyebabkan:
- Mengurangi pengeluaran konsumen
- Penurunan investasi bisnis
- Output ekonomi lebih rendah
- Dampak Bitcoin dan mata uang kripto: Di masa ketidakpastian, investor mungkin mencari aset safe haven seperti Bitcoin. Namun, wabah parah juga dapat menyebabkan:
- Berkurangnya kepercayaan investor
- Permintaan mata uang kripto yang lebih rendah
- Potensi penurunan harga
Angka kematian cacar monyet, meskipun rendah, tetap dapat berdampak signifikan pada pasar keuangan. WHO melaporkan angka kematian sebesar:
- 1-10% pada populasi umum
- Lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti anak-anak di bawah usia 5 tahun, ibu hamil, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Tingkat keparahan penyakit dan risiko kematian bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia, kesehatan secara keseluruhan, jenis virus, dan akses ke perawatan medis.
Kesimpulannya, meskipun dampak cacar monyet pada pasar keuangan dan Bitcoin tidak pasti, penting untuk memantau situasi dengan saksama. Wabah yang parah dapat menyebabkan volatilitas pasar, gangguan ekonomi, dan potensi fluktuasi harga dalam mata uang kripto seperti Bitcoin.