OpenAI, pencipta ChatGPT, saat ini tengah terlibat dalam dua gugatan hukum besar yang diajukan oleh penulis yang menuduh bahwa perusahaan rintisan AI tersebut telah memanfaatkan tulisannya untuk melatih model bahasa besarnya tanpa memberikan kompensasi apa pun. Para penggugat berpendapat bahwa hal ini merupakan pelanggaran hukum hak cipta.
Salah satu gugatan hukum tersebut dipimpin oleh komedian dan penulis memoar Sarah Silverman. Pertarungan hukum ini berlangsung di pengadilan federal California, tempat para penggugat mengkritik keras teknologi dasar ChatGPT. Mereka mengklaim bahwa AI generatif terutama mengekstraksi nilai dari materi berhak cipta milik penulis untuk keuntungan perusahaan seperti OpenAI.
Menciptakan “karya turunan”
Inti dari gugatan penulis adalah pernyataan bahwa OpenAI menambang kontennya untuk membuat "karya turunan" yang pada akhirnya akan menggantikan tulisan asli. Mereka menantang pembelaan OpenAI bahwa "kemiripan substansial adalah fitur wajib dari semua klaim pelanggaran hak cipta," dengan alasan bahwa pernyataan ini tidak benar. Penulis percaya bahwa mereka tidak perlu membuktikan bahwa ChatGPT secara langsung mereplikasi tulisan mereka untuk menetapkan pelanggaran hak cipta.
Dugaan penulisan ulang undang-undang hak cipta
Lebih jauh, para penulis menduga bahwa OpenAI memiliki maksud yang lebih luas, yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut bermaksud untuk menulis ulang hukum hak cipta AS demi kepentingannya secara sepihak. Pernyataan ini telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan tentang implikasi terhadap perlindungan hak cipta dan hak-hak kreator konten.
OpenAI kini berada dalam situasi yang genting, menghadapi tantangan hukum yang substansial dan meningkatnya permusuhan dari komunitas kreatif. Posisi perusahaan yang menonjol dalam industri AI telah menjadikannya sasaran kritik, karena dituduh mengeksploitasi karya kreatif banyak penulis.
Gugatan kedua
Selain gugatan Sarah Silverman, OpenAI menghadapi gugatan lain yang diajukan oleh sekelompok tokoh sastra ternama, termasuk George R. R. Martin, Jonathan Franzen, David Baldacci, dan John Grisham. Gugatan kedua ini diperkirakan akan menantang pembelaan hukum OpenAI secara signifikan.
Hasil yang tidak pasti
Para ahli hukum tidak yakin tentang hasil dari gugatan hukum ini, tetapi penulis yang menangani kasus ini tetap teguh pada klaim mereka. Seorang pengacara untuk gugatan hukum Silverman telah menyatakan keyakinannya bahwa klaim mereka akan dikabulkan.
Gugatan terhadap OpenAI memiliki implikasi yang lebih luas bagi industri kreatif. Gugatan tersebut menimbulkan pertanyaan penting tentang penggunaan AI dalam menghasilkan konten, perlindungan hak cipta, dan hak-hak penulis dan kreator konten.
Hasilnya masih belum pasti dalam pertarungan hukum yang sedang berlangsung ini, tetapi masalah yang dipertaruhkan memiliki konsekuensi yang signifikan bagi hubungan antara AI dan kreativitas. Komunitas kreatif mengamati dengan saksama, berharap tantangan hukum ini akan melindungi hak-hak dan usaha kreatif mereka.

