Seorang kerabat yang namanya bahkan tidak saya ketahui menelepon saya di tengah malam dan memberi tahu saya bahwa putranya telah menabrak seseorang dengan mobilnya dan berada dalam kondisi serius. Tadinya kupikir mau pinjam uang, tapi katanya, lagipula anaknya harus ikut ujian pegawai negeri setelah lulus kuliah. Tidak boleh ada noda. Hal terburuk yang bisa dia lakukan adalah menghabiskan beberapa hari di penjara, dan dia akan berterima kasih padaku selama sisa hidupnya. Saya usulkan dia ke jalur hukum, katanya anaknya buta warna, tidak punya SIM, dan kuncinya dia minum alkohol. Saya terdiam karena saya baru saja membeli mobil saat itu. Saya tidak tahu dari mana dia mendengar berita itu dan ingin saya yang disalahkan.