(Pembaruan pos teknis akan dilanjutkan bulan ini, dan pembaruan sistem selanjutnya akan diluncurkan secara perlahan melalui Dow)

Ada banyak teori analisis teknikal, dan tidak ada satu teknik pun yang tidak dapat dielakkan oleh Dow.

1. Analisis garis tren: Teori Dow menekankan pentingnya tren, dan analisis garis tren adalah konten intinya. Identifikasi tren besar, kecil, dan jangka pendek di pasar dengan menggambar garis tren, dan menentukan level support dan resistance.

2. Analisis pola grafik: Dalam Teori Dow, pola tertentu dalam grafik harga dapat memberikan prediksi tren harga. Beberapa pola grafik yang umum termasuk kepala dan bahu, double top, double bottom, segitiga, dll. Dengan mengamati kemunculan dan evolusi pola-pola ini, pergerakan harga di masa depan dapat diprediksi.

3. Analisis volume perdagangan: Teori Dow meyakini bahwa volume perdagangan merupakan salah satu indikator penting perubahan harga. Dengan mengamati perubahan volume perdagangan, Anda dapat memastikan kelanjutan atau pembalikan suatu tren dan menilai sentimen serta kekuatan pelaku pasar.

4. Konfirmasi dan validasi silang: Teori Dow menekankan pada konfirmasi dan validasi silang tren. Kelanjutan tren dapat dikonfirmasi ketika pasar mencapai titik tertinggi atau terendah baru, dan volume perdagangan pun meningkat.

5. Gunakan indikator: Meskipun Teori Dow terutama didasarkan pada data harga dan volume perdagangan, teori ini juga dapat dianalisis bersama dengan beberapa indikator teknis. Misalnya, rata-rata bergerak dapat digunakan untuk memuluskan data harga dan mengidentifikasi perubahan tren, dan indikator kekuatan relatif dapat digunakan untuk menentukan kondisi jenuh beli dan jenuh jual di pasar.

Prinsip dasarnya

1. Harga rata-rata sudah termasuk semua faktor.

2. Pasar memiliki tiga tren.

3. Tren umum dibagi menjadi tiga tahap: akumulasi, pemanasan, dan distribusi.

4. Resonansi multi-indikator

5. Volume dan harga berjalan bersamaan dan volume transaksi memverifikasi tren.

6. Sinyal pembalikan

Metode analisis teknis berdasarkan Teori Dow terutama mencakup analisis garis tren, analisis pola grafik, dan analisis volume perdagangan. Analisis garis tren digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance untuk tren utama dan menengah. Analisis pola grafik digunakan untuk mengidentifikasi pola tertentu dalam grafik harga, seperti head and shoulder tops dan double bottoms, untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan. Analisis volume digunakan untuk mengamati perubahan volume perdagangan untuk mengkonfirmasi tren dan menilai sentimen pelaku pasar.

Penting untuk dicatat bahwa Teori Dow adalah metode analisis subjektif yang mengandalkan interpretasi analis teknis terhadap grafik harga dan data perdagangan. Dalam penerapan praktis, analisis komprehensif dapat dilakukan dengan menggabungkan indikator teknis dan model kuantitatif lainnya untuk meningkatkan akurasi dan keandalan analisis. Pada saat yang sama, perubahan perilaku dan lingkungan pasar dapat membuat pengaruh Teori Dow berbeda. Oleh karena itu, investor harus memperlakukannya dengan hati-hati dan mengambil keputusan bersamaan dengan alat analisis dan strategi manajemen risiko lainnya.