
Ben Armstrong, yang dikenal sebagai Bitboy, telah terlibat dalam tuntutan hukum dengan mantan rekannya dari HIT Network. Dia baru-baru ini membagikan alamat XRP untuk meminta donasi dari banyak pengikutnya di X (sebelumnya Twitter).
Hal yang menimbulkan kekhawatiran mengenai donasi tersebut adalah jumlah besar dalam USD yang saat ini disimpan di dompet yang dibagikan oleh Bitboy. Pada saat artikel ini ditulis, dompet tersebut menyimpan 161.757.101 XRP senilai relatif $82 juta.

Fakta bahwa dia saat ini memegang XRP dalam jumlah besar dan membutuhkan sumbangan komunitas untuk membela diri di pengadilan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan anggota komunitas.
Perlu dicatat bahwa banyak anggota komunitas XRP telah menunjukkan rasa cintanya kepada Bitboy dengan sumbangan XRP senilai ribuan dolar.
Bereaksi terhadap spekulasi tersebut, chartist populer yang berfokus pada XRP EGRAG CRYPTO menulis, “Wah, jika ini alamatnya maka ini gila”
Agak Kejelasan Pada Pemilik Dompet
Sejak pertanyaan tentang dompet tersebut menjadi viral, banyak pecinta Bitboy yang membelanya secara massal, percaya bahwa dompet tersebut hanya bisa dimiliki oleh bursa kripto. Mereka yakin dia tidak mampu menampung jumlah sebesar itu dan masih meminta sumbangan.
Salah satu pengikutnya menulis, “Alamat ini milik Crypto.com Ben dengan jelas memberi tag # yang menunjukkan alamat tersebut ada di bursa. Lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil kesimpulan! Tuhan memberkati dan semoga harimu menyenangkan!”
Namun, Bitboy belum membuat pernyataan publik apa pun untuk menghilangkan keraguan masyarakat tentang pemilik sebenarnya dari dompet jutawan XRP.
Latar Belakang Gugatan
Ben Armstrong (Bitboy) mengajukan gugatan terhadap Timothy “TJ” Shedd Jr., CEO HIT Network, dan ayahnya, Timothy Shedd Sr. Dia menuduh bahwa mereka memaksanya keluar dari perusahaan medianya, yang dia dirikan pada tahun 2018. Menurut kepada Bitboy dalam gugatannya, dia memiliki saham lebih banyak dibandingkan TJ LLC yang hanya memiliki 33% saham perusahaan.
Armstrong awalnya mengajukan gugatan terhadap Shedds pada tanggal 30 Agustus tetapi menariknya pada hari berikutnya. Keluarga Shedd kemudian mengajukan gugatan mereka terhadap Armstrong pada 11 September. Dia mengajukan kembali gugatannya pada 12 September, dan sidang diadakan pada 14 September di Pengadilan Tinggi Cobb County. Tuntutan hukum masih berlangsung.
Keluhan Armstrong bertujuan agar keluarga Shedd mengembalikan kendali atas perusahaan tersebut, termasuk email, media sosial, dan akun keuangannya, karena ia mengklaim memiliki 67% saham perusahaan tersebut.
James Merritt, pengacara Armstrong, berpendapat bahwa keluarga Shedd melanggar hukum Georgia dengan memecat Armstrong, dan menyamakannya dengan “karyawan yang mencuri dari bosnya”. Dia juga berpendapat bahwa Armstrong bukanlah mitra yang setara dengan keluarga Shedd, dan menyebut tuduhan penyerangan terhadap Armstrong sebagai “rumor yang lebih keren”.
Keluarga Shedd juga menuduh Armstrong menyalahgunakan dana perusahaan. Mereka mengklaim dia mengambil pinjaman dengan NFT perusahaan dan memindahkan uang tanpa izin.
Namun, Armstrong berpendapat bahwa NFT adalah milik pribadi, dan karyawan mengetahui semua transaksi lainnya. Dia mengklaim bahwa Timothy Shedd Sr. adalah orang yang menyalahgunakan dana perusahaan, dan kedua belah pihak berusaha mendapatkan perintah penahanan.
Saluran YouTube, yang sekarang bernama Discover Crypto, telah kehilangan sekitar 20,000 pelanggan, dan perusahaan telah kehilangan pendapatan $1 juta sejak Armstrong pergi.
*Penafian:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya pembaca dengan informasi. Selalu lakukan penelitian independen dan gunakan dana diskresi sebelum berinvestasi. Segala aktivitas pembelian, penjualan, dan investasi aset kripto menjadi tanggung jawab pembaca.


