Teknologi blockchain telah menjadi tren di berbagai industri, dan Google Cloud terus maju dengan memperluas dukungannya untuk jaringan blockchain. Dalam posting blog terbaru tertanggal 21 September, Google Cloud mengumumkan penambahan 11 jaringan blockchain baru ke layanan pergudangan datanya yang terkenal, BigQuery. Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen Google untuk tetap menjadi yang terdepan dalam inovasi teknologi, tetapi juga menawarkan berbagai kemungkinan menarik bagi perusahaan dan pengembang yang ingin memanfaatkan kekuatan data blockchain untuk wawasan dan aplikasi.

Ekosistem Blockchain BigQuery yang Berkembang

BigQuery milik Google Cloud telah melakukan perjalanan integrasi blockchain sejak tahun 2018 saat pertama kali memperkenalkan kumpulan data Bitcoin dan Ethereum. Kini, dengan perluasan terbaru, BigQuery menawarkan portofolio beragam yang terdiri dari 19 jaringan blockchain, termasuk jaringan uji Görli milik Ethereum, Polkadot, Tron, dan banyak lagi. Hal ini menandakan langkah besar dalam membuat data blockchain dapat diakses dan ditindaklanjuti oleh lebih banyak pengguna.

Menyederhanakan Kueri Blockchain dengan Fungsi yang Ditentukan Pengguna

Selain memperluas cakupan blockchain, Google Cloud telah memperkenalkan fitur inovatif yang bertujuan menyederhanakan proses pencarian data blockchain. Hasil desimal bentuk panjang umum terjadi dalam transaksi blockchain, dan penanganannya secara akurat sangatlah penting. Tim pengembangan Google telah menanggapi tantangan ini dengan membuat fungsi yang ditentukan pengguna yang memungkinkan pelanggan mengakses digit desimal yang lebih panjang dan mengurangi kesalahan pembulatan selama perhitungan. Peningkatan ini siap membuat pekerjaan dengan data blockchain lebih efisien dan tepat.

Kolaborasi Membuka Jalan bagi Inovasi Blockchain

Ketertarikan Google Cloud pada teknologi blockchain pada tahun 2023 terbukti melalui kemitraan strategis. Pada bulan Juli, kolaborasi dengan Voltage, penyedia infrastruktur Lightning Network, mengisyaratkan komitmen Google untuk meningkatkan kemampuan Lightning Network. Lebih jauh lagi, kemitraan terkini dengan perusahaan rintisan Web3 Orderly Network pada tanggal 14 September akan memainkan peran penting dalam menyediakan komponen off-chain untuk keuangan terdesentralisasi (DeFi). Kolaborasi ini menekankan peran Google dalam mendorong inovasi dan pengembangan dalam ruang blockchain.

Membuka Potensi Data Blockchain

Seiring dengan terus berubahnya teknologi blockchain dalam berbagai industri seperti keuangan, rantai pasokan, dan perawatan kesehatan, dukungan Google Cloud yang diperluas untuk jaringan blockchain melalui BigQuery membuka berbagai kemungkinan baru bagi berbagai organisasi dan pengembang. Dengan akses ke berbagai macam data blockchain, perusahaan dapat memperoleh wawasan berharga, membuat aplikasi inovatif, dan meningkatkan proses pengambilan keputusan. Masa depan menawarkan prospek yang menarik bagi mereka yang memanfaatkan kekuatan data blockchain dalam infrastruktur Google Cloud yang tangguh.

Ringkasan

Penyertaan 11 jaringan blockchain tambahan oleh Google Cloud dalam gudang data BigQuery-nya menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk merangkul teknologi yang sedang berkembang. Perluasan ini, bersama dengan fitur-fitur inovatif dan kemitraan strategis, siap memberdayakan bisnis dan pengembang untuk membuka potensi penuh data blockchain untuk berbagai aplikasi. Era wawasan blockchain berbasis data telah tiba, dan Google Cloud memimpin jalannya.

#Google #BigQuery #GoogleCloud #blockchain