Dalam minggu yang penuh dengan ketidakpastian ekonomi, semua perhatian tertuju pada Federal Reserve yang bersiap mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya. Acara yang dijadwalkan pada tanggal 20 September ini sangat penting tidak hanya bagi Wall Street, tetapi juga bagi dunia mata uang kripto yang terdesentralisasi, khususnya Bitcoin. Investor dan pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan konferensi pers selanjutnya yang diselenggarakan oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Keputusan yang diambil pada pertemuan ini kemungkinan besar akan memicu reaksi berantai di pasar keuangan global.
Apa yang diharapkan dari pertemuan FOMC
Sentimen pasar saat ini sangat condong ke arah The Fed yang mengumumkan penghentian sementara kenaikan suku bunga. Ada kemungkinan 98-99% bahwa suku bunga akan tetap stabil, menurut alat FedWatch. Jika ekspektasi tersebut menjadi kenyataan, itu berarti The Fed akan mempertahankan kisaran target dana federal antara 5,25% dan 5,50%, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2001.
Setelah keputusan suku bunga, investor dan analis akan mencermati pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell selanjutnya untuk mencari petunjuk atau wawasan halus mengenai arah kebijakan moneter di masa depan. Selain itu, Komite Pasar Terbuka Federal diperkirakan akan merilis perkiraan baru untuk suku bunga dan pertumbuhan ekonomi, yang sering disebut sebagai "dot plot". Berita ini mungkin merupakan penggerak pasar yang paling penting dari keseluruhan peristiwa ini, karena akan menjelaskan bagaimana situasi ekonomi AS dinilai dan kapan penurunan suku bunga pertama mungkin terjadi.
Kekhawatiran inflasi dan nada hawkish
Keputusan ini diambil di tengah masih adanya kekhawatiran terhadap inflasi. Data terakhir menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,5% tahun ke tahun, naik dari 3,2% menjadi 3,7%. Ini menandai kenaikan kedua berturut-turut, dengan CPI keseluruhan mencapai titik terendah 3,0% di bulan Juni. Data inflasi yang berada di atas target ini telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil sikap hawkish, sehingga membuka kemungkinan untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Kesenjangan ekonomi dan kekhawatiran global
Faktor lain yang menyebabkan kegelisahan di pasar adalah kesenjangan yang sangat besar antara produk domestik bruto (PDB) AS dan pendapatan domestik bruto (GDI), yang merupakan kesenjangan terbesar dalam sejarah. Situasi ini sangat mirip dengan apa yang terjadi sebelum krisis keuangan tahun 2008, sehingga memicu kekhawatiran dan spekulasi mengenai kesehatan perekonomian AS dan dampaknya yang lebih luas terhadap lanskap perekonomian global.
Reaksi Bitcoin terhadap peristiwa ekonomi
Investor mata uang kripto tetap waspada dan memantau dengan cermat peristiwa makroekonomi yang dapat berdampak signifikan pada pasar aset digital, terutama Bitcoin. Sentimen yang ada menunjukkan bahwa kinerja Bitcoin terkait erat dengan hasil pertemuan FOMC dan komentar Powell selanjutnya.
Menanggapi peristiwa ini, analis pasar telah menyatakan pendapat mereka tentang potensi tren harga Bitcoin. Akun analisis perdagangan yang dihormati, Material Indicators, mencatat bahwa Bitcoin baru-baru ini membukukan penutupan candle mingguan hijau pertamanya dalam lima minggu. Mereka mencatat bahwa Komite Pasar Terbuka Federal akan mengumumkan kenaikan suku bunga dan mengingatkan investor untuk mewaspadai volatilitas pasar.
Pedagang berpengaruh lainnya, MacroCRG, menyoroti prospek Bitcoin secara keseluruhan positif namun fluktuatif. Mereka mencatat bahwa keterbelakangan meningkat sementara pendanaan menurun, hal ini menunjukkan potensi tanda-tanda positif. Namun, mereka juga menyoroti ketidakpastian mengenai arah pasar, terutama menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Analis ternama Michaël van de Poppe menarik perhatian pada posisi bullish Bitcoin saat ini di atas rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 minggu. Dia membandingkan kondisi pasar saat ini dengan siklus harga mata uang digital pada tahun 2015/2016, yang menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin berada dalam kondisi pertumbuhan.
Dampak dolar AS terhadap Bitcoin
Selain rapat FOMC, pasar juga mencermati kinerja dolar AS (DXY). Menariknya, hedge fund mengambil posisi net long terhadap dolar AS untuk pertama kalinya sejak bulan Maret. Mengingat korelasi negatif historis antara dolar AS dan Bitcoin, indeks dolar AS yang lebih kuat dapat menciptakan tekanan jual pada Bitcoin.
Ketika dunia keuangan menunggu keputusan suku bunga The Fed, jelas bahwa peristiwa ini akan mempunyai konsekuensi yang luas. Baik Anda investor tradisional di Wall Street atau penggemar mata uang kripto, keputusan yang diambil dalam beberapa hari mendatang dapat berdampak pada pergerakan pasar keuangan dalam beberapa bulan mendatang. Harap tetap mengikuti perkembangan terbaru dan bersiap menghadapi potensi volatilitas pasar setelah peristiwa penting ini.