Sederhananya, Ripple adalah jaringan dan protokol pembayaran digital berbasis blockchain yang mulai beroperasi secara kolektif dengan mata uang kripto miliknya, XRP, pada tahun 2012. Namun, meskipun dimulai pada tahun 2012, Ripple adalah salah satu teknologi tertua di dunia mata uang kripto. , dengan konsepnya bahkan lebih awal dari Bitcoin, yang muncul dalam whitepaper pada tahun 2008. Ide untuk platform pembayaran ini pertama kali diperkenalkan oleh Ryan Fugger, diikuti oleh pengembang seperti David Schwartz, Jed McCaleb, dan Arthur Britto pada tahun 2011, yang merupakan terinspirasi oleh Bitcoin tetapi bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan untuk mengirimkan "nilai" tanpa inefisiensi penambangan kripto. Pada bulan Juni 2012, mereka merilis XRP Ledger. Setelah beberapa kali perubahan nama, akhirnya menjadi Ripple Labs, dengan aset digitalnya disebut XRP Coin.

Cara Kerja Ripple:

Ripple beroperasi berdasarkan protokol konsensus, bukan sistem bukti kerja seperti Bitcoin. Ini memverifikasi saldo akun dan transaksi melalui logika konsensus. Mekanisme konsensus ini mencegah pembelanjaan ganda dan meningkatkan integritas sistem. Setiap node yang terdistribusi memutuskan transaksi mana yang terjadi terlebih dahulu, dan konfirmasinya sangat cepat, hanya dalam beberapa detik. Tidak ada otoritas pusat yang memutuskan siapa yang menetapkan node atau memvalidasi transaksi.

Ripple melacak semua IOU (Saya Berutang kepada Anda) dalam mata uang tertentu untuk setiap pengguna atau gateway di jaringan berbasis blockchainnya. Buku besar konsensus Ripple membuat kredit IOU dan arus transaksi antar dompet Ripple dapat diakses secara publik. Meskipun riwayat transaksi keuangan bersifat publik dan dicatat di blockchain, riwayat tersebut tidak terikat pada identitas atau akun individu atau perusahaan mana pun. Namun, karena setiap transaksi dicatat di buku besar (blockchain), informasinya dapat dianonimkan.

Hubungan Ripple dan XRP:

Meskipun memiliki keterkaitan yang erat, orang sering bingung antara Ripple dan XRP. Meskipun kedua sistem ini terkait erat, fungsinya sangat berbeda. Ripple digambarkan sebagai sistem penyelesaian pembayaran global dan jaringan pertukaran mata uang, sedangkan XRP adalah mata uang kripto yang mewakili “nilai” pada jaringan berbasis blockchain ini. Singkatnya, Ripple memproses transaksi secara global sebagai sistem penyelesaian pembayaran dan jaringan pertukaran mata uang, sedangkan XRP adalah mata uang kripto yang mewakili “nilai” dalam ekosistem ini.

Fitur yang Membedakan XRP dari Cryptocurrency Lainnya:

1. Terpusat: Tidak seperti kebanyakan mata uang kripto lainnya, XRP tersentralisasi, dengan Ripple mengendalikan semua buku besar. Sentralisasi ini menjadikan XRP pilihan utama di antara bank dan lembaga keuangan.

2. Tanpa Penambangan: Tidak seperti banyak mata uang kripto lainnya, XRP tidak dapat ditambang. Semua 45,4 miliar koin XRP yang beredar saat ini awalnya dibuat oleh Ripple. Sisanya disimpan di dompet escrow Ripple, yang dapat dibuka secara bertahap untuk meningkatkan pasokan XRP.

3. Biaya Rendah: XRP menonjol karena biaya dan biaya transaksinya yang rendah. Ini dapat memproses 1.500 transaksi per detik, berbeda dengan 4 transaksi per detik pada Bitcoin, sehingga menghasilkan biaya transaksi yang jauh lebih rendah.

Sebagai kesimpulan, kita telah membahas apa itu Ripple, cara kerjanya, hubungannya dengan XRP, dan fitur uniknya. Meskipun memiliki tujuan yang sama dengan mata uang kripto lainnya, sentralisasi dan kurangnya aktivitas penambangan membedakannya.

#XRP #ripple $XRP