Kandil Doji menunjukkan keragu-raguan di pasar, dimana perilaku beli dan jual saling mengimbangi dalam jangka waktu tertentu.
Kandil Doji, juga disebut bintang Doji, menunjukkan keragu-raguan antara pembeli dan penjual di pasar kripto. Jenis kandil ini dikonfirmasi pada grafik analisis teknikal ketika harga pembukaan dan penutupan hampir sama.
Apa yang dimaksud dengan pola Doji pada grafik candlestick?
Secara sederhana, Doji menunjukkan bahwa pembeli dan penjual suatu aset saling mengimbangi. Dengan demikian, segala upaya untuk menaikkan harga oleh pembeli akan digagalkan oleh penjual. Demikian pula, upaya untuk menjatuhkan harga dari pihak penjual dapat digagalkan oleh pembeli.
Pada akhirnya, kedua belah pihak membawa harga ke tingkat pivot. Jadi, misalnya, ketika Bitcoin dibuka dan ditutup pada $20.000 pada hari tertentu meskipun harganya naik turun antara $25.000 dan $15.000 selama periode 24 jam tertentu.
Jadi level harga $25.000 — atau intraday high — mewakili sumbu atas Doji, dan level harga $15.000 — intraday low — mewakili sumbu bawah candlestick.
Bagaimana cara kerja lilin Doji?
Kandil Doji secara historis membantu pedagang memprediksi dasar dan puncak pasar sebagai keadaan tenang sebelum badai terjadi.
Misalnya, kandil Doji yang terbentuk selama tren naik dapat menandakan kelelahan bullish, yaitu semakin banyak pembeli yang berpindah ke sisi penjual, biasanya mengarah pada pembalikan tren.
Patut dicatat bahwa pola Doji tidak berarti akan selalu ada pembalikan tren. Sebaliknya, hal ini menunjukkan keragu-raguan di kalangan pedagang mengenai tren masa depan.
Oleh karena itu, lebih baik untuk mengkonfirmasi sinyal kandil Doji dengan bantuan indikator teknis tambahan. Misalnya, indikator teknis seperti indeks kekuatan relatif (RSI) dan/atau Bollinger bands dapat memberi bobot lebih pada apa yang disarankan oleh pola Doji.
Jenis pola Doji dan cara memperdagangkannya
Pola Doji bisa berbeda-beda tergantung posisi dan panjang bayangan. Ini adalah variasi yang paling populer:
Doji Netral
Doji netral terdiri dari kandil dengan badan hampir tak terlihat yang terletak di tengah kandil, dengan sumbu atas dan bawah dengan panjang yang sama. Pola ini muncul ketika sentimen bullish dan bearish seimbang.
Trader dapat menggabungkan Doji netral dengan indikator momentum seperti RSI atau Moving Average Convergence Divergence (MACD) untuk membantu mengidentifikasi potensi puncak dan dasar pasar.

Harga harian BTC/USD menampilkan pola kandil Doji Netral.
Misalnya, kemunculan Doji yang netral dalam tren naik yang bertepatan dengan RSI overbought (>70) dapat menunjukkan koreksi pasar yang akan segera terjadi. Demikian pula, kemunculan kandil dalam tren turun ketika RSI telah berubah menjadi jenuh jual (<30) dapat mendahului rebound pasar.
Doji berkaki panjang
Doji berkaki panjang memiliki sumbu yang lebih panjang, menunjukkan bahwa pembeli dan penjual telah mencoba mengendalikan aksi harga secara agresif di beberapa titik selama jangka waktu candle.
Doji Biasa vs. Doji berkaki panjang.
Trader harus hati-hati memantau harga penutupan candlestick ketika mengidentifikasi potensi Doji berkaki panjang.
Khususnya, Doji merupakan sinyal bearish jika harga penutupan berada di bawah titik tengah candle, terutama jika dekat dengan level resistance. Sebaliknya, jika harga penutupan berada di atas titik tengah candle, berarti bullish karena formasinya menyerupai pola bullish pin bar.

Doji Berkaki Panjang yang Bearish
Jika harga penutupan berada tepat di tengah-tengah, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai pola kelanjutan tren. Dalam hal ini, seseorang selalu dapat merujuk pada candle sebelumnya untuk memprediksi tren masa depan.
Capung Doji
Dragonfly Doji tampak seperti candle berbentuk T dengan sumbu bawah yang panjang dan hampir tidak ada sumbu atas. Artinya harga open, close, dan high hampir berada pada level yang sama.

Jika pola Dragon Doji terbentuk di akhir tren turun, maka ini dapat dianggap sebagai sinyal beli, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Grafik harga harian ETH/USD menampilkan Dragonfly Doji.
Sebaliknya, kemunculan candlestick selama tren naik mengisyaratkan potensi pembalikan.
Doji Batu Nisan
Gravestone Doji mewakili kandil berbentuk T terbalik, dengan harga pembukaan dan penutupan bertepatan dengan harga terendah. Candlestick menunjukkan bahwa pembeli berusaha menaikkan harga tetapi tidak dapat mempertahankan momentum bullish.
Saat Gravestone Doji muncul dalam tren naik. itu bisa dianggap sebagai pola pembalikan. Di sisi lain, kemunculannya dalam tren turun mengisyaratkan potensi retracement ke atas.
Doji Empat Harga
Four Price Doji merupakan pola yang jarang muncul pada grafik candlestick kecuali pada kondisi volume rendah atau periode yang sangat singkat. Khususnya, tanda ini terlihat seperti tanda minus, yang menunjukkan bahwa keempat indikator harga (pembukaan, penutupan, tertinggi dan terendah) berada pada level yang sama selama periode tertentu.
Dengan kata lain, pasar tidak bergerak selama periode yang dicakup oleh candlestick. Doji jenis ini bukanlah pola yang dapat diandalkan dan dapat diabaikan. Itu hanya menunjukkan momen keragu-raguan di pasar.
Seberapa andalkah pola candle Doji?
Pola kandil Doji mungkin tidak memberikan sinyal beli atau jual terkuat dalam analisis teknis, dan kemungkinan besar sebaiknya digunakan bersama metrik lainnya. Namun demikian, ini merupakan sinyal pasar yang berguna untuk dipertimbangkan ketika mengukur tingkat keraguan antara pembeli dan penjual.
Membangun strategi trading berdasarkan pola candle Doji paling cocok untuk trader menengah atau profesional berpengalaman yang dapat dengan mudah mengidentifikasi dan menafsirkan sinyal yang diberikan secara akurat.