• Binance.US telah mengurangi tenaga kerjanya sekitar 100 karyawan.

  • Volume perdagangan bulanan di platform ini sekarang lebih rendah dibandingkan awal tahun 2020.

CEO Binance.US Brian Shroder telah mengundurkan diri, dan Chief Legal Officer Norman Reed telah ditunjuk untuk memimpin perusahaan untuk sementara.

Menanggapi tindakan keras peraturan yang dilakukan SEC Amerika Serikat, Binance.US telah mengurangi tenaga kerjanya sebanyak sekitar 100 karyawan. Cabang Binance di AS, yang menghadapi semakin banyak masalah hukum dan operasional, memangkas staf untuk kedua kalinya tahun ini.

Pengawasan Ketat oleh Pihak Berwenang

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat mengajukan tuntutan terhadap Binance Holdings, CEO-nya Changpeng Zhao, dan Binance.US pada bulan Juni, dengan mengatakan bahwa mereka telah salah menangani uang tunai klien, menyesatkan investor dan pihak berwenang, dan melanggar undang-undang sekuritas. Zhao dan para pebisnis membantah tuduhan ini.

Akibat aktivitas SEC, pengguna Binance mengalami kesulitan dalam melakukan penyetoran dan penarikan dolar. Hal ini terjadi ketika platform tersebut mulai kehilangan dukungan dari sejumlah mitra keuangannya. Korporasi terpaksa menemukan solusi dan menciptakan sistem baru untuk pengguna Binance di Amerika Serikat.

Pada bulan Maret, CFTC juga telah mengajukan tuntutan terhadap Binance dan Zhao karena “sengaja menghindari hukum federal.” Binance juga sedang diselidiki oleh DOJ Amerika Serikat, yang belum mengajukan tuntutan apa pun terhadap bursa tersebut.

Menurut analis riset CCData Jacob Joseph, pangsa pasar Binance.US telah menyusut secara substansial dari sekitar 2.39% pada bulan April menjadi hanya di bawah 0.6% sekarang. Volume perdagangan bulanan di platform ini sekarang lebih rendah dibandingkan awal tahun 2020.

Berita Kripto yang Disorot Hari Ini:

India Mendominasi Adopsi Crypto: Chainalysis