1. Berpikirlah jangka panjang

Buffett telah mengajarkan manfaat berpikir jangka panjang sepanjang kariernya. Dia pernah berkata, "Belilah hanya sesuatu yang Anda akan dengan senang hati menyimpannya jika pasarnya tutup selama 10 tahun." Dia juga pernah berkata, "Jika Anda tidak ingin memiliki saham selama 10 tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama 10 menit."

Ini tidak berarti Buffett selalu memiliki saham selama bertahun-tahun; dia tidak melakukannya. Tapi dia selalu punya pola pikir jangka panjang.

2. Pahami bisnis yang mendasarinya sebelum membeli suatu saham

Investor legendaris ini juga secara konsisten menekankan pentingnya memahami bisnis yang mendasarinya sebelum membeli sahamnya. Dalam surat terbarunya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway, berbicara tentang dirinya dan mitra bisnis lamanya Charlie Munger, Buffett menulis, "Charlie dan saya bukanlah pemilih saham; kami adalah pemilih bisnis."

3. Carilah keunggulan kompetitif yang tahan lama

Satu hal spesifik yang didorong oleh Buffett ketika mengevaluasi sebuah bisnis adalah mencari keunggulan kompetitif yang tahan lama. Begini cara dia mengatakannya:

4. Berinvestasilah di perusahaan-perusahaan hebat dengan harga wajar

Pada masa-masa awalnya, Buffett adalah seorang investor nilai yang tidak tahu apa-apa. Dia masih banyak fokus pada penilaian. Namun, ia yakin kombinasi kualitas bisnis dan valuasi jauh lebih penting. Seperti yang pernah dia katakan, "Jauh lebih baik membeli perusahaan bagus dengan harga pantas daripada membeli perusahaan bagus dengan harga bagus."

5. Ketahuilah apa yang tidak Anda ketahui

Hanya sedikit investor yang melakukan penelitian terhadap perusahaan seperti yang dilakukan Buffett sebelum dia mempertaruhkan uangnya. Namun bahkan Oracle of Omaha menyadari bahwa ia tidak bisa mengetahui segalanya, dan ia menekankan pentingnya hal ini: "Apa yang penting bagi kebanyakan orang dalam berinvestasi bukanlah seberapa banyak yang mereka ketahui, melainkan seberapa realistis mereka mendefinisikan apa yang tidak mereka ketahui. ."

6. Kapan harus takut dan kapan harus serakah

Salah satu kutipan Buffett yang paling terkenal adalah, "Takutlah ketika orang lain serakah dan serakah hanya ketika orang lain takut." Dia tidak percaya mengikuti arus orang banyak secara membabi buta dengan investasi apa pun. Peluang terbaik bisa datang ketika sebagian besar investor lain terlalu takut untuk terjun.

7. Manfaatkan peluang

Buffett pada dasarnya berhati-hati, dan hal ini menguntungkannya. Tapi dia jelas mendukung pemanfaatan peluang, atau seperti yang dia katakan: "Peluang jarang datang. Saat hujan emas, keluarkan embernya, bukan bidalnya."

8. Boleh saja duduk di pinggir lapangan

Meskipun Buffett lebih memilih untuk berinvestasi besar-besaran pada saham, menurutnya tidak apa-apa untuk hanya berdiam diri ketika tidak ada peluang yang menarik. Secara khusus, dia tidak akan membeli banyak saham ketika valuasinya terlalu tinggi. Dia menggunakan analogi yang bagus di masa lalu untuk menggambarkan pola pikir yang tepat: "Seorang investor harus bertindak seolah-olah dia memiliki kartu keputusan seumur hidup yang hanya berisi 20 pukulan."

9. Jangan khawatir ketika pasar sedang jatuh

Selama 93 tahun kepemimpinannya, Buffett telah mengalami banyak penurunan pasar saham. Dia telah memberikan saran yang sangat bagus tentang cara melihat kemunduran pasar:

10. Kenali saat Anda melakukan kesalahan

Buffett menekankan pembelian dan penyimpanan saham dalam jangka panjang. Namun, ia tak kesulitan menjual saham, apalagi ia salah menilai prospek bisnisnya. Dalam kata-katanya, "Hal terpenting yang harus dilakukan jika Anda berada dalam lubang adalah berhenti menggali."

11. Berinvestasilah pada diri Anda sendiri

Tidak semua nasihat investasi Buffett adalah tentang investasi. Salah satu inti kebijaksanaannya yang paling penting adalah: "Investasi terpenting yang dapat Anda lakukan adalah pada diri Anda sendiri."

12. Nasihat keuangan terbaik dari Buffett

Saya tidak dapat mengakhiri daftar ini tanpa memasukkan nasihat finansial terbaik dari Buffett: "Peraturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang. Peraturan No. 2: Jangan lupa peraturan No. 1." Namun, mengikuti nasihat ini secara konsisten tentu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.