Halving Bitcoin adalah proses yang terjadi setiap 210.000 blok, atau kira-kira setiap empat tahun. Ketika halving terjadi, imbalan untuk menambang satu blok Bitcoin dipotong setengahnya. Ini berarti semakin sedikit Bitcoin baru yang diciptakan, sehingga dapat menyebabkan peningkatan permintaan dan harga.

Ada beberapa alasan mengapa Bitcoin melonjak setelah halving. Pertama, halving mengurangi pasokan Bitcoin baru. Hal ini membuat Bitcoin semakin langka, sehingga dapat menyebabkan peningkatan permintaan. Kedua, halving menciptakan rasa urgensi di kalangan investor. Ketika halving semakin dekat, investor mungkin akan lebih cenderung membeli Bitcoin untuk menghindari kehilangan potensi kenaikan harga.
Secara historis, Bitcoin selalu meningkat setelah separuhnya. Pada tahun 2012, harga Bitcoin meningkat dari sekitar $12 menjadi lebih dari $266. Pada tahun 2016, harga Bitcoin meningkat dari sekitar $400 menjadi lebih dari $1,900. Dan pada tahun 2020, harga Bitcoin meningkat dari sekitar $7.000 menjadi lebih dari $60.000.
Tentu saja, tidak ada jaminan bahwa Bitcoin akan melonjak setelah halving berikutnya, yang dijadwalkan terjadi pada tahun 2024. Namun, data historis menunjukkan bahwa ada peluang bagus untuk kenaikan harga.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada peningkatan Bitcoin setelah halving berikutnya:
Peningkatan adopsi institusional. Semakin banyak investor institusional yang mulai berinvestasi di Bitcoin. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan permintaan dan harga.
Penerimaan lebih luas oleh pedagang. Semakin banyak pedagang mulai menerima Bitcoin sebagai pembayaran. Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan permintaan dan harga.
Inovasi teknologi yang berkelanjutan. Jaringan Bitcoin terus ditingkatkan dan ditingkatkan. Hal ini dapat membuat Bitcoin lebih menarik bagi investor dan pengguna.
#separuh
#separuh2024
#bitcoin
#BTC
#pompa
$BTC $ETH $BNB

