Bitcoin (BTC) Sudah Menang Dari Undang-Undang CLARITY. Pertanyaannya: Seberapa Banyak.
$BTC adalah satu-satunya aset di seluruh pasar kripto yang tidak perlu Undang-Undang CLARITY untuk tetap bertahan, karena SEC dan CFTC sudah mengeluarkan panduan bersama pada bulan Maret yang mengklasifikasikannya sebagai komoditas digital bersama Ethereum
$ETH , Solana
$SOL , dan
#XRP. . Apa yang membuat RUU ini penting bagi Bitcoin justru adalah sifat permanennya: panduan Maret itu bersifat administratif, artinya ketua SEC di masa depan bisa membalikkannya hanya dengan satu memo, sedangkan undang-undang yang ditandatangani tidak. Perbedaan antara kenyamanan regulasi dan kepastian regulasi itulah yang selama ini membuat gelombang kedua modal institusional masih berada di luar, bukan masuk ke ETF spot BTC.
RUU itu sendiri disahkan di Dewan pada Juli 2025 dengan suara bipartisan 294-134, lalu mandek dua kali di Senat sebelum Komite Perbankan Senat memajukannya pada 14 Mei 2026 dengan hasil 15-9, sehingga menempatkannya pada kalender legislasi sebagai Calendar No. 423 dan membuka kemungkinan pemungutan suara penuh di lantai Senat sebelum masa reses Agustus. Dengan Galaxy Research menilai peluang pengesahannya sebesar 60-75% dan potensi tanda tangan presiden pada minggu 3 Agustus, jadwal itu—jika benar terjadi—akan tiba tepat pada saat pasar kripto sudah menunggu pemicu makro untuk mematahkan sentimen "ketakutan ekstrem" yang sedang berlangsung. Akibatnya, Undang-Undang CLARITY menjadi kurang sekadar kisah regulasi latar dan lebih menjadi peristiwa biner paling menentukan di paruh kedua 2026 bagi siapa pun yang memegang Bitcoin.