Anwar mendesak persatuan Asean dalam krisis Myanmar, berjanji mendukung Bangladesh
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim (kanan) dan Penasihat Utama Bangladesh Prof Dr Muhammad Yunus menyampaikan pernyataan bersama di Perdana Putra, Putrajaya. — Gambar Bernama
Tetap terupdate dengan berita dan wawasan terbaru. Daftar untuk buletin kami di sini
Nikmati pengembalian tetap 4.0% p.a. dengan Versa mulai Agustus 2025 (hanya untuk pengguna baru). Setor RM100 & dapatkan RM10 GRATIS dengan kode VERSAMM10!
Selasa, 12 Agustus 2025 1:52 PM MYT
PUTRAJAYA, 11 Agustus — Mengamankan perdamaian di Myanmar dan menangani krisis pengungsi adalah salah satu prioritas Malaysia, terutama dalam mendukung Bangladesh, yang telah dibebani dengan menampung sejumlah besar orang terlantar, kata Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim.
Ia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan segera harus diberikan kepada pengungsi dan korban bencana alam, seperti gempa bumi, sambil memastikan bahwa upaya untuk menyelesaikan krisis di Myanmar tetap menjadi prioritas dalam kerjasama regional.
“Saya mengapresiasi otoritas Bangladesh karena telah mengambil inisiatif dalam forum multilateral di New York, Qatar, dan di sini di Malaysia.
“Menteri Luar Negeri kami (Datuk Seri Mohamad Hasan) akan mengkoordinasikan tim dengan Indonesia, Filipina, dan Thailand untuk mengunjungi Myanmar dalam beberapa minggu ke depan untuk memastikan bahwa perdamaian tercapai dan bahwa kekejaman terhadap beberapa kelompok etnis minoritas dan rakyat Myanmar dapat diselesaikan secara damai.”
Anwar menyatakan ini dalam konferensi pers yang diadakan bersamaan dengan kunjungan resmi tiga hari Penasihat Utama Pemerintah Bangladesh, Prof Dr Muhammad Yunus, ke Malaysia dari 11 hingga 13 Agustus. — Bernama....
#Wold #Bangladash_New