#Mastercard &
#Visa 💳 Akhir era “kartu”: Bagaimana Visa dan Mastercard menangkap pasar kripto senilai $719 triliun
Saat dunia sedang berdebat apakah kita akan membayar dengan dompet kripto di toko, revolusi nyata sedang terjadi “di bawah kap”. Visa, Mastercard, dan Stripe berhenti bereksperimen dan beralih ke menyerap infrastruktur stablecoin secara agresif.
🚀 Angka yang mengesankan:
• $719 triliun — perkiraan volume pembayaran stablecoin pada tahun 2035 (Chainalysis).
• $317 miliar — kapitalisasi pasar stablecoin saat ini (pertumbuhan 50% per tahun).
• $1,9 triliun — penerbitan stablecoin yang diharapkan pada tahun 2030 menurut Citi.
🏗️ Tiga strategi, satu tujuan:
Raksasa keuangan tidak lagi menunggu “musim dingin kripto”, mereka sedang membangun fondasi baru:
1. Visa (Penyelesaian): Memperkenalkan penyelesaian USDC di AS dan meluncurkan lebih dari 130 program kartu. Tujuannya adalah untuk menjadi lapisan utama untuk penyelesaian (settlement layer) antara bank.
2. Stripe + Bridge (B2B): Pembelian Bridge senilai $1,1 miliar adalah taruhan pada pembayaran korporat. 60% dari volume stablecoin Stripe ($400 miliar) digunakan untuk transaksi bisnis.
3. Mastercard + BVNK (Perbatasan): Kesepakatan BVNK senilai $1,8 miliar berfokus pada pengiriman uang dan aliran uang antara negara-negara di mana Swift tradisional terlalu lambat.
⚖️ Mengapa ini penting saat ini?
Disahkannya Undang-Undang GENIUS pada Juli 2025 memberikan kerangka hukum kepada AS yang telah ditunggu oleh uang besar. Sekarang stablecoin bukan lagi "bungkus", tetapi alat resmi untuk modernisasi kas.
📊 Wawasan kunci: Stablecoin tidak harus terlihat oleh pembeli di checkout. Mereka menjadi "rel tak terlihat" untuk transfer instan dan murah di seluruh dunia.