Taiwan mengesahkan undang-undang perizinan kripto
Taiwan's Legislative Yuan baru saja meloloskan Virtual Asset Service Act pada pembacaan ketiga, berlaku setelah pengesahan oleh presiden. Semua platform kripto kini harus mendapatkan lisensi dari Financial Supervisory Commission (FSC) sebelum beroperasi.
Kerangka baru ini menetapkan tujuh kategori penyedia layanan aset virtual—meliputi bursa, kustodian, pialang, dan lainnya. Penerbit stablecoin menghadapi hambatan yang lebih ketat: mereka perlu persetujuan bank sentral sekaligus persetujuan FSC, dengan persyaratan cadangan dan perwalian untuk melindungi pemegang. Ini menandai rezim perizinan kripto komprehensif pertama Taiwan.
Sanksi bagi operasi tanpa izin sangat berat. Perusahaan yang sudah terdaftar untuk kepatuhan anti pencucian uang mendapat masa transisi, tetapi pendatang baru harus memenuhi standar perizinan penuh sejak hari pertama. FSC telah berkomitmen untuk menyusun aturan turunan guna menerapkan rezim tersebut, menandai pergeseran yang jelas dari pengaturan mandiri ke pengawasan formal di salah satu pusat kripto yang sedang berkembang di Asia.
Yurisdiksi di Asia berlomba menyusun kerangka kripto sebelum standar global ditetapkan. Langkah Taiwan mengikuti rezim bursa berlisensi Hong Kong dan Payment Services Act Singapura. Apakah Taiwan memposisikan diri sebagai hub berukuran menengah, atau menetapkan preseden bagi pasar yang lebih kecil? Bagaimana pendapat Anda tentang sebaran regulasi di Asia? 👇
#CryptoRegulation #TaiwanCrypto #VASP