#vanek #SmartCryptoMedia #write2earn Saat Bitcoin berkembang melampaui alat spekulasi, investor jangka panjang semakin mengevaluasinya melalui sudut pandang asumsi pasar modal (CMA). Kerangka ini berfokus pada imbal hasil yang diharapkan, volatilitas, dan korelasi dalam jangka panjang—bukan gerakan harga jangka pendek.
Dalam skenario dasar, Bitcoin diproyeksikan memiliki imbal hasil jangka panjang sekitar 15% per tahun hingga tahun 2050. Asumsi ini didorong oleh adopsi bertahap sebagai aset penyelesaian global dan sebagai perlindungan cadangan menghadapi meningkatnya utang negara dan ekspansi moneter. Bahkan dalam skenario yang lebih konservatif sekalipun, pertumbuhan positif yang kecil masih diasumsikan, mencerminkan manfaat yang dirasakan Bitcoin sebagai aset langka yang tidak tunduk pada kekuasaan negara.