EMAS TIDAK LAGI LANGKA?
China telah memicu debat global setelah laporan yang menyebutkan bahwa para ilmuwan mungkin telah menciptakan emas melalui proses laboratorium yang canggih, menimbulkan ketakutan tentang apa yang akan terjadi jika emas dapat diproduksi secara massal.
Untuk jelas—ini bukan emas buatan pabrik yang membanjiri pasar. Yang sedang dibahas adalah penelitian tingkat nuklir eksperimental, di mana atom unsur lain secara teoretis diubah menjadi emas di bawah kondisi ekstrem. Proses ini sangat mahal, lambat, dan tidak praktis untuk digunakan secara komersial saat ini.
Namun, implikasi lebih penting daripada realitas. Nilai emas dibangun di atas satu ide inti: kelangkaan. Bahkan kemungkinan bahwa teknologi masa depan dapat melemahkan kelangkaan itu cukup untuk mengguncang kepercayaan di seluruh pasar keuangan.
Bank sentral, dana lindung nilai, dan investor mengandalkan emas sebagai aset tempat berlindung yang aman selama krisis. Jika kepercayaan pada kelangkaan emas dipertanyakan—tidak peduli seberapa jauh teknologi tersebut—efek riak dapat berdampak pada mata uang, cadangan, dan stabilitas keuangan global.
Untuk saat ini, emas tetap langka, terkendali, dan dipercaya.
Tapi cerita ini menyoroti kebenaran yang lebih besar: teknologi tidak perlu tiba besok untuk mengubah pasar hari ini.
Terkadang, ketakutan akan apa yang bisa terjadi sudah cukup.$XAU
$BTC $ETH #Unboxfactory #GOLD #GlobalFinance #FutureTech
#EconomicShock