Binance Square
#ukcryptoadvisers

ukcryptoadvisers

0 penayangan
2 Berdiskusi
MISPRINT
·
--
Kripto tidak terlihat bagi penasihat kekayaan (wealth advisers) di Inggris. Sebuah survei CoinShares terhadap 261 manajer kekayaan Eropa menemukan bahwa 52% penasihat di Inggris tidak dapat melihat sebagian besar kepemilikan kripto klien mereka. Modalnya sudah dialokasikan—tetapi orang yang mengelolanya tidak memiliki pengawasan. CEO Jean-Marie Mognetti menyampaikannya dengan lugas: klien tidak menyembunyikan aset karena alasan kerahasiaan. Mereka hanya berinvestasi melalui platform yang tidak dipantau penasihat mereka. Ini adalah celah kepatuhan besar bagi industri manajemen kekayaan tradisional. Otoritas Perilaku Keuangan (Financial Conduct Authority) Inggris memperkirakan 8% orang dewasa memiliki aset digital. Namun jika separuh penasihat profesional tidak bisa melacak di mana aset-aset itu berada, kerangka regulasi berjalan tanpa arah. Bank of England baru-baru ini melonggarkan aturan stablecoin dengan batas penerbitan 40 miliar pound—tetapi kesenjangan visibilitas antara penasihat dan klien terus melebar. Ini bukan masalah kripto. Ini masalah infrastruktur manajemen kekayaan. Alat tradisional untuk portofolio dibangun untuk saham, obligasi, dan reksa dana—bukan untuk dompet yang disimpan sendiri (self-custodied wallets) dan posisi DeFi. Kecuali platform penasihat mengintegrasikan pelacakan onchain, kesenjangan hanya akan terus membesar seiring adopsi kripto meningkat. Akankah regulator Inggris memaksa para penasihat untuk mendapatkan visibilitas kripto, atau akankah klien terus menyembunyikan kepemilikan mereka dari pantauan? 👇 #UKCryptoAdvisers #WealthManagementBlindSpot #CryptoCompliance
Kripto tidak terlihat bagi penasihat kekayaan (wealth advisers) di Inggris.

Sebuah survei CoinShares terhadap 261 manajer kekayaan Eropa menemukan bahwa 52% penasihat di Inggris tidak dapat melihat sebagian besar kepemilikan kripto klien mereka. Modalnya sudah dialokasikan—tetapi orang yang mengelolanya tidak memiliki pengawasan.

CEO Jean-Marie Mognetti menyampaikannya dengan lugas: klien tidak menyembunyikan aset karena alasan kerahasiaan. Mereka hanya berinvestasi melalui platform yang tidak dipantau penasihat mereka. Ini adalah celah kepatuhan besar bagi industri manajemen kekayaan tradisional.

Otoritas Perilaku Keuangan (Financial Conduct Authority) Inggris memperkirakan 8% orang dewasa memiliki aset digital. Namun jika separuh penasihat profesional tidak bisa melacak di mana aset-aset itu berada, kerangka regulasi berjalan tanpa arah. Bank of England baru-baru ini melonggarkan aturan stablecoin dengan batas penerbitan 40 miliar pound—tetapi kesenjangan visibilitas antara penasihat dan klien terus melebar.

Ini bukan masalah kripto. Ini masalah infrastruktur manajemen kekayaan. Alat tradisional untuk portofolio dibangun untuk saham, obligasi, dan reksa dana—bukan untuk dompet yang disimpan sendiri (self-custodied wallets) dan posisi DeFi. Kecuali platform penasihat mengintegrasikan pelacakan onchain, kesenjangan hanya akan terus membesar seiring adopsi kripto meningkat.

Akankah regulator Inggris memaksa para penasihat untuk mendapatkan visibilitas kripto, atau akankah klien terus menyembunyikan kepemilikan mereka dari pantauan? 👇

#UKCryptoAdvisers #WealthManagementBlindSpot #CryptoCompliance
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Bergabunglah dengan pengguna kripto global di Binance Square
⚡️ Dapatkan informasi terbaru dan berguna tentang kripto.
💬 Dipercayai oleh bursa kripto terbesar di dunia.
👍 Temukan wawasan nyata dari kreator terverifikasi.
Email/Nomor Ponsel