Seorang pria mengetik 140 karakter dan mengubah cara dunia berkomunikasi. Dia tidak tahu apa yang telah dia mulai.
Maret 2006, Jack Dorsey adalah seorang programmer berusia 29 tahun yang mencoret-coret ide di sebuah buku catatan di San Francisco.
Dia membayangkan sebuah layanan di mana Anda bisa membagikan apa yang Anda lakukan secara langsung. Seperti denyut nadi. Sebuah laporan dari kehidupan Anda.
Pada 21 Maret 2006, pukul 9:50 PM, dia mengetik yang pertama: "hanya mengatur twttr saya."
Tanpa meriah. Tanpa siaran pers. Sekelompok insinyur melihatnya. Dunia yang lain tidak memperhatikannya.
Platform ini diluncurkan secara publik pada Juli 2006. Di tahun pertama, 20.000 orang mendaftar. Kebanyakan orang teknologi. Kebanyakan bingung.
Investor tertawa pada presentasi itu. "Sebuah jaringan sosial di mana Anda hanya bisa menulis 140 karakter?" Seseorang menyebutnya "sebuah solusi yang mencari masalah."
Kemudian tahun 2007 terjadi. Festival South by Southwest. Twitter memasang layar di lorong-lorong yang menampilkan tweet langsung dari kerumunan.
Kehadiran meningkat tiga kali lipat dalam semalam. Pendaftaran meledak. Sesuatu telah berubah.
Pada tahun 2008, Barack Obama menggunakannya untuk menjangkau pemilih secara langsung. Siklus berita tidak akan pernah sama lagi.
Pada tahun 2011, itu menjadi tulang punggung Musim Semi Arab. Para pengunjuk rasa mengoordinasikan revolusi melalui tweet.
Pada tahun 2013, Twitter go public dengan
$AAVE valuasi $14 miliar.
Pada tahun 2022, Elon Musk membelinya seharga $44 miliar. Platform yang Jack gambarkan di sebuah buku catatan kini menjadi alat komunikasi yang paling diperebutkan di dunia.
Jack ditanya apakah dia membayangkan hal ini ketika dia mengetik pesan pertama itu. Dia menjawab tidak. Dia hanya ingin membagikan sebuah momen.
Tetapi begitulah bagaimana kebanyakan hal yang mengubah dunia dimulai. Tidak dengan visi yang megah. Dengan seseorang yang sekadar melangkah pertama.
Teknologi tidak pernah benar-benar tentang tweet.
Ini adalah bukti bahwa orang biasa, yang diberikan suara, akan menggunakannya untuk membentuk sejarah.
Pesan pertama yang terdiri dari 140 karakter itu mungkin adalah kalimat yang paling berpengaruh yang pernah diketik di era internet.
#Tech #InnovationNation #TwitterHistory #Write2Earrn #Write2Earn