🚨 $166 MILYAR dalam pengembalian tarif mulai hari ini — tetapi tidak ada satu dolar pun yang kembali kepada orang-orang yang sebenarnya membayar: KAMU, konsumen. 💸
Uang itu? Semuanya langsung menuju perusahaan. 🏢
Selama lebih dari setahun, kamu membayar harga yang meningkat pada:
🛒 Belanja kebutuhan sehari-hari
📱 Elektronik
👕 Pakaian
…dan hampir segala sesuatu lainnya.
Perusahaan meneruskan setiap sen dari tarif tersebut kepada kamu — kemudian mengambil selisihnya.
⚖️ Pada bulan Februari, Mahkamah Agung memutuskan tarif tersebut ilegal.
Sekarang pemerintah mengembalikan uang — tetapi hanya kepada "importir yang terdaftar" (perusahaan yang membayar di perbatasan).
❌ Bukan pengecer.
❌ Bukan kamu.
NPR meminta pendapat para ahli hukum apakah konsumen akan melihat satu sen pun.
Jawaban mereka? Tidak. ❌
📊 Angka-angka sangat mencengangkan:
330.000 importir yang memenuhi syarat
53 juta pengiriman
$127 miliar sudah diproses
Portal aktif pagi ini pada pukul 8 pagi ET
Beberapa anggota legislatif Demokrat mendorong pengembalian langsung ke rumah tangga.
👉 Itu tidak terjadi.
🔥 Dan inilah bagian terburuk:
Sementara pengembalian ini diproses, tarif baru sudah dikenakan di bawah otoritas hukum yang berbeda.
Tarif global 10% sekarang berlaku di bawah Undang-Undang Perdagangan 1974.
Sekretaris Keuangan Bessent mengatakan itu bisa mencapai 15% pada bulan Juli.
📢 Intinya:
Pemerintah mengenakan tarif. Kamu membayarnya.
Perusahaan mendapatkan uangnya kembali.
Kamu tidak.
#TariffScam #NoRefundForYou #CorporateBailout $TRUMP