RIPPLE DAN PATENNYA
Teknologi Ripple dilindungi oleh paten yang menghalangi salinan langsung oleh pesaing seperti SWIFT, tetapi skenario nyata melibatkan campuran kompleks antara paten dan efek jaringan.
Meskipun kode XRP Ledger (XRPL) bersifat open source, Ripple memegang sekitar 39 paten global yang melindungi arsitektur integrasi institusional.
Hambatan Hukum vs. Teknik: Seorang pesaing dapat menyalin kode blockchain, tetapi tidak dapat secara hukum mereplikasi model penyelesaian end-to-end yang menggunakan XRP sebagai jembatan likuiditas (On-Demand Liquidity) untuk menghubungkan bank dan penyedia pembayaran.
Perbedaan Kritis: Sementara SWIFT pada dasarnya adalah sistem pesan (instruksi tentang uang), Ripple memungkinkan pergerakan nilai yang nyata hampir seketika.
Masa depan sektor pembayaran global tampaknya akan bergerak ke tiga arah yang mungkin:
Koeksistensi dan Integrasi: Analis memprediksi bahwa SWIFT dan Ripple mungkin dapat berkoeksistensi, dengan institusi besar menggunakan SWIFT untuk transaksi bernilai sangat tinggi dan jaminan bank, sementara teknologi Ripple mendominasi pembayaran operasional dan pengiriman frekuensi tinggi karena biaya yang 85% lebih rendah.
Tekanan untuk Modernisasi: Persaingan memaksa SWIFT untuk meluncurkan SWIFT gpi, yang mengurangi waktu transfer dari hari ke menit dalam banyak kasus, meskipun masih bergantung pada bank koresponden dan tidak menawarkan penyelesaian instan seperti XRPL.
Jembatan Interoperabilitas: Sudah ada metode teknis agar bank dapat menggunakan XRP dalam infrastruktur perangkat lunak SWIFT yang ada (pesan MT103), menciptakan "jembatan tidak resmi" antara sistem pesan lama dan likuiditas modern dari Ripple.
Dominasi Lapisan Likuiditas: Tujuan yang dinyatakan oleh Ripple adalah untuk menggantikan lapisan likuiditas SWIFT, berpotensi menangkap hingga 14% dari volume likuiditasnya dalam lima tahun ke depan.
#Ripple #SWIFTvsCrypto $XRP #Lobofalcao #Write2Earn